Sabtu, 20 Jun 2026 01:54 WIB

Perjalanan Pelaku Merampok hingga Membunuh Pemilik Toko di Blitar

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Kamis, 04 Mar 2021 19:18 WIB
Kapolres Blitar, AKBP Leonard Sinambela menujukkan barang bukti dan tersangka perampokan disertai pembunuhan
Kapolres Blitar, AKBP Leonard Sinambela menujukkan barang bukti dan tersangka perampokan disertai pembunuhan

jatimnow.com - Dwi Kusuma Yudha, perampok yang membunuh Bisri Effendi (71), pemilik toko di Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar ditetapkan tersangka.

Pemuda 21 tahun itu mengaku tega menghabisi nyawa korban, yang merupakan tetangganya itu, karena khawatir aksinya mencuri uang di toko korban ketahuan.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

"Saya ndak ada niatan sama sekali (membunuh). Pas ketahuan itu langsung spontan saya pukul pakai kayu yang ada di dalam toko," ungkap Yudha di Mapolres Blitar, Kamis (4/3/2021).

"Saya ambil uang itu, butuh buat nebus sepeda motor yang saya gadaikan ke temen. Saya terpaksa, sudah buntu pikiran," tambahnya.

Dalam pra rekonstruksi yang dilakukan Rabu (3/3/2021) malam, Yudha memeragakan tiga rangkaian adegan kunci di toko korban. Adegan itu di antaranya, cara masuk ke dalam toko, mengambil uang di laci hingga membunuh korban.

Baca juga: 

"Semuanya ada 27 adegan yang penyidik minta dia peragakan, mulai dia masuk hingga bagaimana dia meninggalkan toko," beber Kapolres Blitar, AKBP Leonard Sinambela.

Leo-sapaan akrabnya menjelaskan, tersangka Yudha masuk ke dalam toko sekitar pukul 17.00 Wib, Jumat (26/2/2021). Saat itu, Yudha berpura-pura belanja di toko.

Setelahnya dia bersembunyi di dalam toko selama beberapa jam. Yudha lantas menjalankan aksi pencurian sekitar pukul 21.00 Wib, setelah korban menutup tokonya. Berdasarkan rekaman CCTV, Yudha meninggalkan toko sekitar pukul 01.17 Wib, Sabtu (27/2/2021).

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

"Yang jelas tersangka sudah sering berbelanja di toko korban. Jadi tersangka mengenal persis siapa pemilik toko itu," jelas Leo.

Alumni AKPOL Tahun 2000 ini menyebut, tersangka Yudha berada di dalam toko itu sekitar 8 jam. Meski lama berada di dalam toko, Yudha lebih banyak menghabiskan waktu bersembunyi. Dia menunggu situasi benar-benar aman untuk menjalankan niatnya mencuri uang.

Setelah korban menutup toko sekitar pukul 21.00 Wib, Yudha tak langsung keluar dari persembunyiannya. Pemuda itu menungu korban masuk ke dalam kamar yang berada di salah satu sudut toko.

"Tersangka ini juga sempat mengetes apakah korban sudah tidur atau belum, dengan beberapa kali menjatuhkan barang dagangan ke lantai toko," papar mantan Kasubdit Jatanras Polda Jatim ini.

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

Saat dipastikan aman, Yudha mulai beraksi. Namun ternyata korban keluar dari kamarnya. Yudha pun yang kaget langsung menganiaya korban yang ternyata belum tidur.

"Salah satu alasannya karena korban belum tidur. Hingga akhirnya dianiaya hingga meninggal dunia," tambah perwira polisi yang pernah menjabat sebagai Kasatreskrim Polrestabes Surabaya dan Kapolres Blitar Kota itu.

Saat jenazah korban ditemukan tewas di depan kamarnya, polisi juga mendapati sebuah gagang cangkul yang terpotong menjadi tiga bagian. Terdapat bercak darah pada gagang cangkul itu. Leo menyebut, gagang cangkul itu patah karena dihantamkan ke tubuh Bisri.

"Yang jelas berkali-kali," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.