Minggu, 14 Jun 2026 17:17 WIB

Pemkab Ponorogo Bakal Beri Probiotik Gratis untuk 206 Pasien Covid-19

Pemkab Ponorogo bakal berikan probiotik gratis untuk 206 pasien Covid-19
Pemkab Ponorogo bakal berikan probiotik gratis untuk 206 pasien Covid-19

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo bakal memberikan probiotik untuk penderita Covid-19 yang menjalani isolasi di shelter.

"Pak bupati bersama wabup mengupayakan obat khusus yang akan dibagikan, sekitar 206 obat," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo, Agus Pramono, Kamis (4/3/2021).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Kata Agus, obat itu berupa probiotik hasil kerjasama dengan pondok pesantren (ponpes). Setelah obat itu sudah tiba di rumah dinas bupati, akan segera didistribusikan.

"Ini sebuah ikhtiar bagi kita. Biar ada lompatan yang besar," ungkapnya.

Sementara Wakil Bupati (Wabup) Ponorogo, Lisdyarita mengatakan bahwa obat itu akan dibagikan secara gratis.

"Karena saat ini masyarakat berpikir agar perekonomiannya kembali. Sedangkan Covid-19 itu seluruh dunia. Kita mencari solusi-solusi," jelas Lisdyarita.

Menurutnya, sudah ada beberapa orang yang mengonsumsi probiotik itu, dalam waktu tiga hari sembuh.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Minta restunya juga semua. Semoga bener-bener setelah diberikan, yang terkena Covid-19 sebanyak 206 itu sembuh. Semoga perekonomian kita juga akan kembali pulih," tambahnya.

Lisdyarita menyebut bahwa probiotik itu berasal dari salah satu profesor Jepang dan sudah diuji klinis di Jepang.

"Kalau di Ponorogo pernah dipakai oleh Ponpes Gontor. Alhamdulillah santrinya juga sembuh. Sampai hari ini Gontor masih menggunakan," bebernya.

Baca Juga: Jembatan Merah Putih Presisi di Ponorogo Permudah Akses Warga dan Anak Sekolah

Salah satu pasien yang sembuh setelah mengonsumsi probiotik adalah Camat Jenangan. Juga salah satu anggota DPRD Ponorogo beserta istri serta salah satu pasien dari Kecamatan Jetis.

"Pembagian nanti akan kami koordinasikan. Karena nanti dipadukan dengan obat yang ada. Karena obat lama harus tetep diminum, jeda dua jam," tambahnya.

"Kita mencoba ikhtiar. Masyarakat kecil sudah kobol-kobol istilahnya. Semua terdampak. Pendapatan pemerintah juga tidak ada. Semoga ini menjadi jalan keluar," tandas Lisdyarita.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.