Rabu, 24 Jun 2026 17:23 WIB

Kisah Pasutri dari Kota Malang Miliki 16 Anak dan Tinggal di Kontrakan

jatimnow.com - Pasangan suami istri (pasutri) Mulyono (46), dan Partina (45) yang menikah sejak 1986 dikaruniai 16 anak. Saat ini, keluarga besar itu tinggal di Jalan Krakatau 19, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Kehidupan keluarga mereka diketahui setelah salah satu anaknya yang nomor tujuh mengunggah video cerita melalui TikTok pada 29 Januari 2021 lalu dan telah dilihat oleh 1,6 juta orang.

Baca Juga: Ada Apa dengan Film Pesta Babi?

Mulyono menceritakan dirinya menikah saat berusia 12 tahun dan istrinya Partina berumur 11 tahun.

Saat ini anaknya berjumlah 14, karena anak ketiganya telah meninggal saat berumur tujuh bulan dan anak terakhir meninggal saat berusia 21 hari.

"Yang saat ini tinggal dengan kami ada delapan anak, sisanya bekerja merantau dan ada yang sudah berkeluarga," kata Mulyono, Jumat (26/2/2021).

Menurut pasutri itu, memiliki banyak anak bukanlah keinginan dari mereka. Sebenarnya mereka ingin memiliki dua anak.

"Anak pertama dan kedua itu perempuan, kami ingin laki-laki. Tapi berkah Tuhan akhirnya sampai 16 anak. Disyukuri karena di luar banyak orang yang berharap punya anak, tapi belum dikasih berkahnya," ujar mereka.

Mereka menjelaskan, selisih tahun kelahiran anak-anaknya berkisar antara satu sampai dua tahun dan paling lama empat tahun. Keenam belas anaknya itu lahir dengan kondisi normal semua.

Baca Juga: Baterai Motor Listrik Overload, Ruang Praktikum Polinema Malang Hangus Terbakar

"Kan meninggal dua. Yang ketiga dan terakhir (16). Sekarang paling tua umurnya 33 tahun dan paling kecil empat tahun," paparnya.

Pasutri itu mengaku sangat bersyukur memiliki banyak anak. Mereka menyebutkan jika ada beberapa orang ingin mengadopsi anak-anaknya dengan memberikan uang, namun pasutri itu menolaknya meski keadaan keluarganya sangat sederhana.

"Sering dulu ada yang mau mengasuh tapi gak mau saya. Ada lagu, makan gak makan asal kumpul dan itu membuat kami bahagia," terangnya.

Untuk jenjang pendidikan, atotal ada delapan anak yang menempuh pembelajaran yaitu satu anak TK, tiga SD, tiga SMP dan satu anaknya masih kuliah di Universitas Malang.

Baca Juga: Viral Wisatawan Asal China Diintimidasi Oknum Ojek Pangkalan di Probolinggo

"Sampai kartu keluarga (KK) saya itu dobel loh mas, kan gak cukup," kata Partina lalu tertawa.

Dibalik cerita bahagia pasutri itu, mereka masih kesulitan mencari tempat tinggal. Mei 2021 nanti, mereka diharuskan pindah karena rumah yang mereka kontrak telah laku.

"Kami tinggal di sini sejak 2015 tanpa biaya gratis, cuma bayar air dan listrik. Tiap hari bapaknya cuma berjualan bakso keliling. Selama menikah belum bisa beli rumah penghasilan pas-pasan, dulu pernah juga merantau ke Kalimantan tahun 1993-2002," kata Partinah.

Berikut nama-nama anak dari pasutri itu. Yaitu Sri Handayani, Sri Devi, Risky Mulyono (meninggal dunia), Mulyani, Endro Ramadhan, Robby Min Anwar, Ariyana, Maryanto, Nita Mulyono, Arie Ramadhan, Nirmala, Reva Ardina Putri, Laela Mulyono, Hendro Mulyono, Khalisah Salsabila, dan Danfa (meninggal dunia).

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.