Selasa, 16 Jun 2026 03:25 WIB

Selidiki Penyebab Longsor di Pamekasan, Polisi Gandeng BPBD dan TNI

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Rabu, 24 Feb 2021 16:03 WIB

jatimnow.com - Kapolres Pamekasan, AKBP Apip Ginanjar menyebut lima santriwati Pondok Pesantren An Nidomiyah yang tewas tertimbun longsor dari tebing setinggi 70 meter di Dusun Jeppon, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura, telah dibawa ke rumah duka.

Baca juga: 

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

Polisi menyebut masih melakukan penyelidikan untuk mencari tahu penyebab pasti peristiwa tersebut bersama Tim BPBD, TNI serta Tagana.

"Iya, benar. Tadi setelah berhasil dievakuasi langsung dibawa ke rumah sakit, kemudian diantar ke rumah duka masing-masing. Sementara satu santriwati yang mengalami luka berat saat ini masih mendapat penanganan medis," kata AKBP Apip Ginanjar saat dihubungi jatimnow.com, Rabu (24/2/2021).

Ia menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 00.30 Wib. Namun, pihaknya mendapat laporan ada dua kamar santri di pondok pesantren tersebut tertimbun tanah longsor sekitar pukul dua pagi.

"Kami langsung melakukan pengecekan ke sana, termasuk melakukan olah TKP. Di belakangnya pondok santri putri itu memang tebing. Mungkin karena curah hujan tinggi, longsor dan menimbun dua kamar santri putri," jelasnya.

Saat kejadian, terdapat tujuh santriwati yang tengah beristirahat di dua kamar tersebut.

"Waktu itu yang berhasil dievakuasi ada empat (santriwati). Yang dua meninggal dunia, satu luka berat dan satunya selamat. Yang tiga masih tertimbun," tambah Apip.

Baca Juga: Ratusan Pesepeda Surabaya Gelar Ride for Aceh Sumatera, Galang Dana Rp50 Juta untuk Korban Bencana

Ketiga korban yang tertimbun itu baru bisa dievakuasi sekitar pukul 06.30 Wib. Mereka juga dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia.

"Korban yang meninggal dunia, tiga dari Jember, satu dari Sampang, dan satu dari Sumenep," kata mantan Kasubbagcatpers Baglitpers Ropaminal Divpropam Polri itu.

AKBP Apip mengungkapkan, Ponpes An Nidomiyah berada di perbatasan Pamekasan-Sumenep di pantai utara Pulau Madura.

Sebanyak 119 santri mondok dan belajar di sana, santri putri sebanyak 47 orang dan santri putra sebanyak 72 orang.

Baca Juga: Bos Astra Djony Bunarto Ungkap Fokus Pemulihan Korban Banjir di 3 Provinsi

"Nah, yang kena longsor ini, kamar yang putri dan yang paling pojok," tandasnya.

Ia menyebut, longsor terjadi tanpa ada tanda-tanda sebelumnya. Tidak ada retakan tanah yang diketahui warga di bukit sekitar pondok pesantren.

"Longsor tidak pernah terjadi di sekitar lokasi kejadian. Kejadian ini yang pertama," pungkas Apip.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.