Rabu, 17 Jun 2026 23:04 WIB

47 Ahli Waris Korban Covid-19 di Kota Pasuruan Batal Terima Santunan

  • Penulis : Moch Rois
  • | Rabu, 24 Feb 2021 14:26 WIB
Proses pemakaman jenazah pasien Covid-19 (Foto: Dok. jatimnow.com)
Proses pemakaman jenazah pasien Covid-19 (Foto: Dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - 47 ahli waris korban meninggal akibat Covid-19 di Kota Pasuruan dipastikan batal mendapat santunan dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Pasuruan, Heri Dwi Sujatmiko, berdasarkan surat edaran terbaru dari Kemensos, ahli waris korban meninggal akibat Covid-19 tidak dianggarkan dalan Tahun Anggaran 2021 Kemensos.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

"Sesuai dengan surat yang kami terima dari Dinas Sosial Provinsi (Jatim) tertanggal 22 kemarin, bahwasanya santunan kematian untuk ahli waris korban Covid-19 itu tidak teranggarkan di Tahun 2021," jelas Heri saat dikonfirmasi jatimnow.com, Rabu (24/2/2021).

Atas dasar surat edaran terbaru dari Kemensos itu, Dinsos Kota Pasuruan tidak lagi melakukan pengajuan nama-nama ahli waris korban covid-19 yang layak menerima santunan.

"Untuk ahli waris yang sudah mengusulkan di Tahun 2020 atau yang sudah terproses, tidak bisa dilanjutkan. Artinya yo wes gagal kabeh (ya sudah gagal semuanya). Di Kota Pasuruan belum ada sama sekali yang menerima santunan tersebut," lanjutnya.

Baca Juga: Dinas Sosial Tulungagung Salurkan Bansos Kemensos RI ke Ratusan Masyarakat

Heri menuturkan bahwa ada 47 ahli waris yang memenuhi syarat dan sudah tervalidasi Dinas Sosial Provinsi Jatim untuk mendapat santunan kematian dari Kemensos.

"Di Kota Pasuruan 47 (penerima santunan) dan Dinas Sosial Provinsi (Jatim) sudah oke," ungkapnya.

Baca Juga: Bayi yang Ditemukan Warga Tulungagung Akan Dikirim ke Sidoarjo

Untuk menindaklanjuti pembatalan santunan kematian dari Kemensos ini, Dinsos Kota Pasuruan mengaku telah berkoordinasi dengan camat dan lurah untuk menyampaikan perihal itu.

"Mudah-mudahan masyarakat tidak kecewa terlalu dalam," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.