Sabtu, 20 Jun 2026 04:37 WIB

96 Ahli Waris Korban Covid-19 di Kabupaten Pasuruan Juga Ngaplo

  • Penulis : Moch Rois
  • | Selasa, 23 Feb 2021 18:26 WIB
Ilustrasi pemakaman jenazah pasien Covid-19 (Foto: Dok. jatimnow.com)
Ilustrasi pemakaman jenazah pasien Covid-19 (Foto: Dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - 96 ahli waris korban meninggal dunia akibat Covid-19 di Kabupaten Pasuruan berpotensi ngaplo atau tidak menerima santunan dari Kementrian Sosial (Kemensos).

Data itu disampaikan Kepada Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Pasuruan, Suwito Adi.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

"Iya benar, tidak jadi (santunannya)," jawab Suwito saat dikonfirmasi jatimnow.com, Selasa (23/2/2021).

Menurut Suwito, tidak jadinya santunan itu berdasarkan surat edaran bernomor 150/3.2/BS.01.02/02/2021 yang ditandatangani Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kemensos, Sunarti pada 18 Februari 2021 itu.

Suwito mengaku sudah tiga kali menyetorkan data penerima santunan yang sudah diverifikasi pihak Dinsos Kabupaten Pasuruan melalui Dinsos Jatim, untuk diteruskan ke Kemensos.

Baca juga:  

Baca Juga: Dinas Sosial Tulungagung Salurkan Bansos Kemensos RI ke Ratusan Masyarakat

"Pertama pada awal Oktober 2020 kita mengusulkan 68 orang korban yang layak menerima santunan. Kedua pada Januari 2021 kita mengusulkan 19 orang dan terakhir pada Februari ini 9 orang," jelasnya.

Selama bulan Oktober 2020 sampai Februari 2021 ini, Suwito mengaku jika dari nama-nama yang diusulkan ke Kemensos, sama sekali belum ada yang menerima santunan.

"Sama sekali belum ada yang dapat santunan. Semuanya. Kita kan dasar surat dari Kemensos itu kan akhirnya menindaklanjuti, ya kita nunggu-nunggu. Dan kemarin kita baru dapat kabar kalau ada surat edaran dari kemensos, bahwa itu (santunan) tidak ada dananya. Todak tersedia anggarannya di Tahun 2021," paparnya.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Terkait batalnya santunan korban Covid-19 dari Kemensos, Dinsos Kabupaten Pasuruan langsung melakukan sosialisasi kepada camat hingga kepala desa untuk memberitahukan pihak ahli waris.

"Atas nama Kementerian Sosial, meskipun ini bukan kewenangan kita, kami mohon maaf atas informasi itu. Kami menyadari jika ahli waris pasti berharap. Tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya menindaklanjuti informasi itu," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.