Sabtu, 13 Jun 2026 00:25 WIB

I-Nose, Pendeteksi Covid-19 Lewat Bau Keringat Diujicobakan di RSI

  • Penulis :
  • | Senin, 22 Feb 2021 17:28 WIB

jatimnow.com - Alat pendeteksi Covid-19 karya guru besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bernama I-Nose C-19 bakal diuji coba di sejumlah rumah sakit di Kota Pahlawan, salah satunya Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari.

Guru Besar ITS, Profesor Riyanarto Sarno mengatakan keakurasian alat pendeteksi I-Nose diklaim mencapai 91 persen.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Untuk akurasi 91 persen. Kalau akurasi 93 persen, bisa mengajukan izin edar di Kemenkes," katanya di RSI Jemursari, Senin (22/2/202).

Ia menyebut pihaknya membutuhkan beberapa riset yang dilakukan rumah sakit terhadap uji kelayakan alat tersebut dan optimis jika 3 bulan kedepan dapat segera digunakan secara massal.

Dijelaskannya, untuk cara kerjanya alat pendeteksi I-Nose menggunakan sampel keringat yang diambil dari ketiak. Berbeda dengan G-Nose yang mengambil sampel dari bau mulut.

"Tadi ditunjukkan demonya. Kalau menderita atau tidak menderita Covid-19, ada biomarker dari keringat ketiak. Karena banyak kelenjar ketiak volatile organic compounds itu belum banyak diketahui di dunia medis. Itu pencuri Covid-19. Jurnal internasional Januari 2021 belum tahu, kami menggunakan sensor Rey yang skalanya lebar untuk menangkap gejala mana yang mencirikan orang yang sakit dan tidak. Dari skala yang banyak, ada pencuri dan bisa membedakan sakit atau enggak," jelasnya.

Direktur Umum (umum) RSI Jemursari, dr Bangun Trapsila Purwaka mengatakan alat I-Nose ini belum bisa digunakan secara massal hingga melalui uji klinis selama 7 hari kedepan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Belum. Ini belum untuk secara massal. Kita akan uji kelayakan dulu, mungkin minggu depan," ujarnya.

Senada, Kepala Yayasan RSI Jemursari Prof Muhammad Nuh juga mengatakan secara ekonomis alat pendeteksi Covid-19 yang bernama I-Nose ini cukup ramah dikantong.

"Biaya kurang lebih 10 ribu. Sebelum ke PCR, bisa pakai alat ini PCR positif, oke, nanti dipelajari, ada learning process," katanya.

Ia menyebut, I-Nose juga terbilang lebih unggul dibandingkan tes PCR karena lebih cepat dalam masa identifikasi

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

"PCR itu kan lama, rupiahnya juga tinggi. Ini butuh penanganan cepat. Misal kalau dari proses PCR dan I-Nose sama, maka bisa dipakai di depan, kalau butuh diagnosa awal ini sudah dapat," tandasnya.

 

Reporter: M Niam

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.