Senin, 15 Jun 2026 20:58 WIB

Perkumpulan Lembaga Masyarakat Desa Hutan Dideklarasikan, Kenapa?

  • Penulis :
  • | Minggu, 03 Jun 2018 12:33 WIB
Pemukulan gong sebagai pertanda deklarasi PLMDH Jatim/istimewa
Pemukulan gong sebagai pertanda deklarasi PLMDH Jatim/istimewa

jatimnow.com - Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) se-Jawa Timur melakukan deklarasi Perkumpulan LMDH atau PLMDH di gedung PSBR Jombang, Kamis (31/5/2018).

Deklarasi itu ditandai dengan pemukulan gong yang dilakukan Kepala Dinas Pertanian Jombang Hadi Purwantoro, yang mewakili Pjs Bupati Jombang Setiajit.

Baca Juga: Ratusan Desa dan Kelurahan di Tulungagung Kesulitan Bangun KDKMP, Ini Sebabnya

Deklarasi itu dihadiri oleh Ketua PLMDH Jatim NP Adnyana, mantan Dirut Perhutani Transtoto Handardani, Ketua KTNA Jatim Suyanto, Kepala Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur Sangudi Muhammad, Dosen Hukum Lingkungan Unair Suparto Wijoyo, serta mantan Sekdaprov Jatim Rasiyo.

Selain para tokoh, deklarasi itu juga dihadiri oleh 161 peserta yang merupakan perwakilan dari 1.832 LMDH yang ada di Jatim. Saat ini, ada sekitar 1.936 desa yang berada di sekitar hutan di Jawa Timur.

“Jadi, masih ada desa yang belum masuk dalam LMDH,” kata Ketua PLMDH Jatim NP Adnyana seusai acara.

Adnyana menjelaskan, tujuan pembentukan perkumpulan LMDH Jatim ini untuk menyelesaikan permasalahan serta mengatasi kesulitan-kesulitan yang selama ini terjadi.

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

Salah satu contohnya adalah warga desa hutan atau LMDH yang belum bisa mengakses pupuk bersubsidi. Alasannya, mereka belum terdaftar dalam RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok).

"Itu salah satu permasalahan yang akan kita selesaikan. Makanya usai deklarasi, kami akan melakukan konsolidasi. Baik bersifat internal maupun konsolidasi dengan pemkab dan pemprov,” ujarnya.

Selain itu, berdirinya PLMDH juga untuk merawat dan melestarikan hutan yang ada di lingkungan sekitar.

Baca Juga: Pemberangkatan Haji Embarkasi Surabaya Capai 36 Kloter, Ada 23 Kursi Kosong

"Dua belas tahun lalu atau 2006, saya juga pernah menggelar kongres LMDH se-Indonesia di Jombang. Nah, hari ini kita coba hidupkan kembali," katan pria berdarah Bali ini.

Sementara itu, Kepala Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur Sangudi Muhammad menyambut baik deklarasi PLMDH itu. Ia berharap, dengan adanya lembaga tersebut Negara bisa hadir di dalamnya. Sebab, masyarakat desa hutan butuh pembelaan.

"Melalui LMDH ini, masyarakat bisa bersuara. Sedangkan negara harus hadir di tengah masyarakat. Semisal negara memberikan solusi dalam persoalan pupuk bersubsidi yang belum bisa dinikmati petani penggarap kawasan hutan," pungkas Sangudi.

Penulis/editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.