Selasa, 16 Jun 2026 09:31 WIB

Kisah Hengki Jalani Hidup dalam Penjara di Rumahnya Sendiri

Hengki menempati kamar layaknya penjara di belakang rumahnya sendiri
Hengki menempati kamar layaknya penjara di belakang rumahnya sendiri

jatimnow.com - Hengki, warga Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo ini terpenjara di rumah sendiri. Pemuda berusia 28 tahun dikerangkeng layaknya tahanan karena dianggap gila oleh masyarakat.

Hengki menempati sebuah kamar di belakang rumahnya. Ruangan itu terbuat dari semen cor dengan pintu teralis besi. Bangunan itu hanya berukuran 2x2 meter dengan tinggi 2,5 meter.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Di dalamnya hanya ada sebuah tempat tidur yang menjadi satu dengan kamar mandi. Untuk keperluan makan dan minum, Hengki diberi oleh ibunya yang juga tinggal di rumah itu.

"Memang ada warga kami yang dipasung," ujar Kepala Desa Grogol, Jalu Prasetyo, Rabu (17/2/2021).

Jalu menyebut, oleh warga Hengki dikenal sering mengamuk. Bahkan pernah memukul tetangganya karena emosinya yang tidak stabil. Meski sebenarnya, Hengki nyambung saat diajak berbicara.

"Sudah pernah saya temui, saya ajak omong-omongan sebenarnya nyambung. Namun beberapa kali membuat ulah dan warga merasa resah," jelasnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Hengki juga beberapa kali meminjam motor tetangganya. Dan ketika motor itu kehabisan bensin, maka motor tersebut akan ditinggal begitu saja di tepi jalan.

"Dari situ saya sudah beberapa kali melakukan pendekatan dengan membeberikan ia pekerjaan, namun juga tidak bertahan lama, setelah itu tidak bekerja lagi," terangnya.

Menurut Jalu, pihak desa juga telah berusaha untuk memberikan pengobatan kepada Hengki dengan mengantarkannya ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Malang.

Baca Juga: Polisi Belajar Baik, Alasan IPDA Purnomo Pilih ODGJ yang Tak Bisa Berterima Kasih

"Pas dinyatakan sembuh dan kembali lagi ke rumah, Hengki kembali berbuat ulah. Bidan di Puskesmas Sawoo juga sudah sering didatangkan oleh desa untuk memeriksa kejiwaan Hengki, namun sering kambuh dan berulah kembali," paparnya.

Karena ulah Hengki yang meresahkan warga itu, beberapa warga mendesak agar Hengki dipasung agar warga tenang. Namun pihak desa tidak mengizinkan jika ada pemasungan terhadap Hengki. Sehingga warga meminta agar Hengki dibuatkan kamar agar Hengki tidak keluyuran.

"Saya sudah memberi pengertian ke beberapa warga tempat ia tinggal, namun karena desakan warga agar Hengki dikurung dan pihak keluarga setuju, akhirnya dibuat ruangan tersebut," tandas Jalu.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.