Jumat, 19 Jun 2026 00:25 WIB

Kisah ART di Kota Probolinggo Tengah Malam Kabur dari Rumah Majikan

Pariyem, asisten rumah tangga (ART) yang nekat kabur dari rumah majikannya
Pariyem, asisten rumah tangga (ART) yang nekat kabur dari rumah majikannya

jatimnow.com - Pariyem (44), seorang asisten rumah tangga (ART) yang bekerja di sebuah rumah Jalan Juanda, Kelurahan Tisnonegaran, Kota Probolinggo nekat turun dari atap lantai dua rumah majikannya.

Pariyem mengaku terpaksa kabur dari rumah majikannya karena kelaparan, sehingga dia harus mengais sisa makan di tong sampah.

Baca Juga: Tragis! Nenek di Probolinggo Tewas Tertemper Kereta Api Blambangan Ekspres

"Karena perut lapar, jadi saya harus mencari makan dan keluar dari rumah majikan melalui atap rumah lantai dua," kata Pariyem, Selasa (16/2/2020).

Pariyem mengaku sudah bekerja di rumah majikannya itu sejak 2014. Dia mengaku sering tidak mendapat jatah makan serta sering diperlakukan kurang pantas.

"Saya sering dipukul saat pekerjaan tidak cocok," akunya.

Aksi nekat Pariyem itu sempat mengagetkan warga sekitar. Sebab Pariyem turun dari lantai dua tersebut sekitar pukul 02.00 Wib.

"Semua pintunya terkunci, jadi saya harus kabur karena ingin mendapatkan makanan," tambahnya.

Pariyem bekerja di rumah majikannya bersama anak putrinya yang masih berusia 10 tahunan.

"Saya sudah bekerja bersama majikan semenjak ditinggal suami," tegasnya.

Pariyem juga mengaku, selama dia bekerja tidak pernah mendapat upah.

Baca Juga: Siswi SD Asal Probolinggo Wakili Jatim di Ajang Duta Anak Indonesia 2026

"Saya pernah diberi uang Rp 500 ribu saat lebaran saja, setelah itu tidak ada bayaran bagi saya. Untuk setiap bulannya saya seharusnya mendapatkan gaji sebesar Rp 300 ribu, namun tidak pernah saya terima," ungkapnya.

Sementara Usman, majikan Pariyem menyebut bahwa apa yang dikatakan oleh pembantunya itu tidak benar. Usman mengaku dirinya sudah sering membelikan makanan.

"Di rumah sudah lengkap dengan makanan, kue maupun buah-buahan," jelasnya.

Usman menambahkan, untuk gaji juga diserahkan selama beberapa tahun Pariyem bekerja bersamanya.

"Karena selama dia bekerja memang gajinya tidak diberikan, dengan alasan saya tabungkan dan alhamdulilah sudah diterimanya," tambahnya.

Baca Juga: Terima SK, DPC PPP Kota Probolinggo Pasang Target Raih Lima Kursi DPRD

Atas kejadian tersebut Usman sudah meminta maaf.

"Permasalahan ini hanya miskomunikasi saja dan sudah clear dan tidak ada penuntutan apapun. Sebab semua hak-haknya sudah diberikan oleh keluarga kami," tegasnya.

Terpisah, Plh Kapolsek Mayangan, AKP Suharsono mengaku, peristiwa tersebut sudah tidak ada persoalan lagi. Kedua belah pihak sudah menyatakan perdamaian tanpa ada upaya hukum apapun.

"Kedua belah pihak sama-sama menyadari dan diketahui sejumlah saksi," ucapnya.

Saat ini Pariyem memutuskan tidak bekerja lagi di rumah Usman. Kini dia tinggal di rumah anak tirinya di Kelurahan Borang, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.