Senin, 15 Jun 2026 02:47 WIB

Jelang Purna Tugas, Bupati Anas Minta Maaf dan Berterima Kasih ke Kiai

  • Penulis : Rony Subhan
  • | Minggu, 14 Feb 2021 16:43 WIB

jatimnow.com - Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengucapkan terima kasih atas segala doa dan dukungan dari para kiai selama dua periode kepemimpinannya yang akan purna tugas pada 17 Februari nanti.

Itu disampaikannya saat acara bedah buku bersama Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Banyuwangi di auditorium IAI Ibrahimy, Sabtu (13/2).

Baca Juga: Pemkab Banyuwangi Siapkan Shelter Baru untuk Warga PAS

"Saya tinggal beberapa hari lagi merampungkan jabatan sebagai bupati Banyuwangi. Selama ini, saya banyak dibantu oleh para kiai semua, yang selalu memberikan doa maupun nasehat," ungkap Anas dalam siaran pers yang diterima redaksi, Minggu, (14/2/2021).

Anas memohon maaf, selama memimpin, masih banyak kekurangan. Ada banyak harapan yang diamanatkan oleh para kiai belum terpenuhi. Ia mengaku telah mengerahkan segenap daya upaya untuk bisa membangun Banyuwangi yang heterogen dan multikultur.

"Jika ditulis kesalahan dan kekurangan saya selama memimpin Banyuwangi, mungkin tak cukup tiga buku tebal sekalipun. Terutama, untuk mewujudkan harapan para kiai yang telah ikhlas mendukung dan mendoakan saya selama ini. Untuk itu, saya atas nama pribadi, mohon maaf yang sebesar-besarnya," ujar Anas.

Acara bedah buku tersebut dihadiri sejumlah kiai Banyuwangi. Di antaranya Rais Syuriyah PCNU Banyuwangi KH Zainullah Marwan, KH. Fachruddin Mannan, KH Muwafiq Amir, KH Mursyidi, KH Ikhwan Musthofa, KH Syamsul Muarif, KH. Luayyi, KH Mistari, KH Hayatul Ihsan, KH. Iskandar Zulqarnain, KH Achmad Wahyudi, KH Kholilurrahman, dan sejumlah kiai yang lain.

KH Zainullah Marwan selepas acara bedah buku tersebut, mengapresiasi kerja-kerja yang telah dilakukan oleh Bupati Anas.
Menurutnya, apa yang telah dilakukan oleh Anas sudah melebihi ekspektasinya terhadap kinerja pemimpin.

"(Apa yang dilakukan bupati Anas) Ini sudah lebih dari cukup. Semoga pelanjutnya bisa melakukan lebih baik lagi," ungkap kiai dari Buluagung, Kecamatan Siliragung itu.

Baca Juga: Mensos Berharap Banyuwangi jadi Pelopor Sekolah Rakyat

Sementara itu, bedah buku karya Anas berjudul “Anti-Mainstream Marketing:20 Jurus Mengubah Banyuwangi” dan “Creative Collaboration: 10 Tahun Perjalanan Transformasi Banyuwangi” itu berlangsung gayeng.

Hadir berbagai elemen masyarakat. Tak hanya para kiai, tapi juga diikuti sejumlah aktivis, mahasiswa lintas kampus, hingga sejumlah tokoh masyarakat.

Abdul Aziz selaku Ketua PC ISNU Banyuwangi menyebutkan, keberhasilan Anas memimpin Banyuwangi selama dua periode tersebut, akan menjadi referensi bagi kader-kader muda NU Banyuwangi ke depan.

"Pak Anas adalah satu dari contoh kader NU yang sukses memimpin daerah. Ini patut dicontoh oleh kader-kader muda NU selanjutnya," tegasnya

Baca Juga: BPK Berikan Opini WTP untuk Pemkab Banyuwangi, Prestasi Selama 13 Tahun Berturut

Sementara itu, Profesor Mas'ud Said, Ketua PW ISNU Jawa Timur, yang hadir sebagai pembicara dalam bedah buku tersebut, menegaskan, Anas adalah seorang pemimpin yang memiliki basis ideologi yang jelas dan profesional dalam bekerja. Anas juga dikenal sebagai sosok inovatif yang menghadirkan perubahan nyata di daerah.

"Syarat-syarat kepemimpinan itu ada dalam diri Pak Anas. Syarat ini harus dipenuhi bagi kader-kader muda NU, terutama para kader ISNU, jika ingin mencontoh keberhasilan beliau," papar Prof Masud.

Selain bedah buku, acara tersebut juga diawali dengan peletakan batu pertama pembangunan gedung pasca sarjana IAI Ibrahimy.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Ibrahimy Dr. KH. Kholilurrahman juga mendaulat Anas sebagai dosen luar biasa yang nantinya diharapkan turut mengajar di kampus tersebut

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.