Kamis, 18 Jun 2026 15:48 WIB

Gempa 7,3 M Guncang Jepang, KBRI Tokyo: Tidak Ada WNI Jadi Korban

Gempa di Jepang (Foto: EPA/JIJI PRESS via Republika)
Gempa di Jepang (Foto: EPA/JIJI PRESS via Republika)

jatimnow.com - Kementerian Luar Negeri RI mengatakan bahwa hingga kini belum menerima laporan adanya korban terkait gempa bumi yang melanda di Fukushima, Jepang, Sabtu (13/2) waktu setempat.

Kedutaan Besar RI (KBRI) Tokyo juga masih menjangkau simpul-simpul masyarakat di daerah gempa.

Baca Juga: Rayakan Natal 2024, KJRI Hamburg Berikan Donasi untuk Sekolah Indonesia

"KBRI Tokyo telah menjangkau simpul- simpul masyarakat dan sejauh ini tidak terdapat laporan WNI yang menjadi korban," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri RI yang diterima Republika.co.id, Minggu (14/2/2021).

"KBRI Tokyo akan terus berkomunikasi dengan simpul-simpul masyarakat dimaksud," ujar pernyataan tersebut menambahkan.

Hingga pagi ini (14/2) media melaporkan setidaknya 50 orang luka-luka di Fukushima dan Miyagi. Sementara 950.000 rumah mengalami pemadaman aliran listrik.

Pemerintah Jepang telah melakukan pemeriksaan atas Reaktor Nuklir Fukushima. Sejauh ini tidak ada laporan kerusakan.

Baca Juga: Alasan WNI Menikah dengan WNA, Hanya untuk Perbaikan Keturunan?

Berdasarkan data Imigrasi Jepang per Juni 2020, total WNI di Jepang adalah 66.084 WNI. Di wilayah paling terdampak, yaitu, Fukushima ada 540 WNI dan Miyagi ada 984 WNI.

Pada Sabtu, 13 Februari 2021 pukul 23.08 JST telah terjadi gempa yang diberitakan berkekuatan 7,3 M (magnitudo). Gempa tersebut berpusat di kedalaman 60 kilometer di bawah permukaan laut di Fukushima.

 

Baca Juga: Perkuat Timnas Indonesia, Elkan Baggot Tekad Raih Piala AFF 2020 di Singapura

Lihat Artikel Asli

DisclaimerBerita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.