Minggu, 21 Jun 2026 04:42 WIB

Harapan Orangtua Anak Tuna Rungu di Saat Pandemi Covid-19

Tangkapan layar masker bagi tuna rungu dan wicara yang beredar
Tangkapan layar masker bagi tuna rungu dan wicara yang beredar

jatimnow.com - Mengenakan masker bagi penyandang tuna rungu dan wicara tetap diperhatikan di masa Pandemi Covid-19.

Sayangnya, tidak banyak masker 'khusus' yang dapat digunakan untuk komunikasi bagi tuna rungu dan wicara itu.

Baca Juga: Pemkot Kediri Perkuat Layanan Inklusi, Bekali Pendidik Strategi Pendampingan ABK

Salah satu guru SDN Ngagel Rejo III Surabaya, Dyah Mutiara yang juga sebagai pengajar murid inklusi mengatakan agar masker khusus itu sebaiknya transparan agar dapat kelihatan saat berbicara.

"Sebaiknya masker yang transparan bagi tuna rungu dan wicara. Karena kalau hanya sekedar sebagai partisipasi peduli para tuna rungu wicara nggak masalah. Namun jika dipakaikan ke mereka ya kasihan, pasti mereka tetap terkendala dalam komunikasinya," katanya kepada jatimnow.com, Rabu (10/2/2021).

Menurutnya, dengan masker khusus transparan dan tidak hanya berlogo telinga dengan alat bantu dengar itu tidak akan membantu.

"Seharusnya saat produksi masker ini harus disurvei dulu tentang siapa yang akan memakainya. Karena mereka (tuna rungu dan wicara red) itu biasanya membaca gerak bibir lawan bicaranya dalam berkomunikasi selain menggunakan bahasa isyarat yang saat ini banyak digunakan para penyandang tuna rungu wicara," ujar Dyah yang juga mempunyai anak tuna rungu dan wicara itu.

Baca Juga: Cewek Tunarungu di Tulungagung Digilir 2 Pemuda asal Garut

"Pengecualian pada mereka yang sudah menggunakan alat bantu dengar (abd) dengan tingkat gangguan pendengaran yang rendah," ujarnya.

Ia menjelaskan, saat Pandemi Covid-19 ini, dirinya mengajarkan pelajaran sekolah kepada anak didiknya melalui aplikasi Zoom.

"Kalau masker yang hanya berloga maka lawan bicara atau murid tidak akan tahu. Tetapi kalau transparan, maka bisa kelihatan saat bicara," tandasnya.

Baca Juga: Ngalup Collaborative Network X Bangun Bangsa Ajari Disabilitas di Malang Bikin Logo

Sebelumnya beredar pesan terkait adanya logo khusus bagi tunarungu yang digunakan di masker.

"Mohon menyebar luaskan logo di masker ini. Logo ini menandakan pemakainya tuna rungu, atau mempergunakan alat dengar. Karena pandemi covid-19 prokes mempergunakan masker, maka kaum tuna rungu ini tidak dapat membaca gerak bibir kita, sehingga jangan sampai ada salah komunikasi. Tidak ada gunanya masker dengan logo ini diproduksi, kalau masih banyak yang tidak mengerti. Saudara2 kita kaum Tuna rungu akan terbantukan dengan sosialisasi ini. Terima kasih atas pengertian dan kerjasamanya. Tetap bersih sehat dan bahagia, Aamiin," tulis pesan berantai itu.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.