Rabu, 24 Jun 2026 09:35 WIB

509 Rumah Warga di Pedalaman Aceh Timur Terendam Banjir

Banjir merendam ratusan rumah di Aceh Timur dengan kedalaman 20-80 sentimeter (Foto: AP Photo/Iman Satria via Republika)
Banjir merendam ratusan rumah di Aceh Timur dengan kedalaman 20-80 sentimeter (Foto: AP Photo/Iman Satria via Republika)

jatimnow.com - Ratusan unit rumah warga di sejumlah desa pedalaman Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, terendam banjir. Bencana banjir terjadi akibat curah hujan tinggi sehingga sungai di wilayah tersebut meluap.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur, Ashadi, Senin (18/1), mengatakan terdapat 509 unit rumah penduduk yang berada di daerah pedalaman yang tercatat terkena banjir luapan. Ketinggian air antara 20 hingga 80 sentimeter.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

"Sebagian warga kini harus mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, namun sebagian memilih tetap bertahan di rumah mereka," kata Ashadi.

Dia mengatakan, berdasarkan data sementara yang diperoleh, banjir terjadi di Desa Jambo Reuhat, Kecamatan Banda Alam, dengan jumlah rumah yang terendam mencapai 30 unit, yang dihuni 130 jiwa.

Kemudian, banjir juga mengepung sejumlah desa di Kecamatan Indra Makmu meliputi Desa Perkebunan Julok Rayeuk Utara dengan ketinggian air mencapai 80 sentimeter.

"Rumah yang terendam di desa itu mencapai 271 unit yang dihuni 1.034 jiwa," kata Ashadi.

Selanjutnya, banjir di Desa Jambo Lubok, dengan ketinggian air berkisar antara 30 hingga 80 sentimeter. Sementara, jumlah rumah yang terendam mencapai 208 unit dengan total korban terdampak 832 jiwa.

"Sedangkan di Desa Bunin Kecamatan Serbajadi masih dalam pendataan," katanya, menjelaskan.

Baca Juga: Siswa di Jember Naik Rakit ke Sekolah, Jembatan Putus Diterjang Banjir

Menurut Ashadi, tim gabungan juga sudah berada di lokasi membantu mengevakuasi warga yang terjebak banjir.

"Kami mengimbau masyarakat tidak bertahan di rumah di saat ketinggian air semakin tinggi," ujar Ashadi.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyatakan, banjir menjadi bencana yang paling dominan terjadi di wilayah provinsi paling barat Indonesia itu sepanjang 2021. Hal ini dipicu akibat curah hujan dengan intensitas tinggi.

“Tercatat 44 kali kejadian bencana di Aceh sepanjang bulan Januari 2021, dan yang paling dominan bencana banjir,” kata Kepala Pelaksana BPBA Ilyas dalam keterangan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) di Banda Aceh.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Turun Percepat Penanganan Dampak Banjir Pasuruan

 

Lihat Artikel Asli

DisclaimerBerita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

 

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.