Sabtu, 20 Jun 2026 18:28 WIB

Presiden Jokowi akan Tinjau Dampak Gempa Bumi di Sulawesi Barat

Presiden Joko Widodo meninjau banjir di Desa Pekauman Ulu, Kabupaten banjar, Kalimantan Selatan (Foto: Antara/Bayu Pratama S via Republika)
Presiden Joko Widodo meninjau banjir di Desa Pekauman Ulu, Kabupaten banjar, Kalimantan Selatan (Foto: Antara/Bayu Pratama S via Republika)

jatimnow.com - Setelah meninjau dampak bencana banjir di Kalimantan Selatan pada Senin (18/1) kemarin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan agenda peninjauan dampak bencana gempa bumi di Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa (19/1) hari ini. Presiden akan bertolak ke Sulawesi Barat pagi ini.

Menurut Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, presiden akan meninjau sejumlah lokasi terdampak gempa bumi serta bertemu masyarakat pengungsi.

Baca Juga: Gempa Manado 7,6 SR, Saatnya Pakai Fondasi Tahan Gempa

"Betul (meninjau terdampak gempa)," kata Heru, Selasa (19/1).

Salah satu lokasi terdampak gempa yang akan ditinjau oleh presiden yakni kantor gubernur yang ambruk, rumah warga yang terdampak, serta lokasi pengungsian.

"Tempat pengungsian dan rumah-rumah warga yang kena gempa, serta korban gempa," kata dia.

Seperti diketahui, bencana gempa bumi terjadi pada Jumat (15/1) pukul 1:28 Wib di Majene dengan magnitudo 6,2. Gempa tersebut merupakan rangkaian gempa yang terjadi pada Kamis (14/1) dengan magnitudo 5,9 pukul 13:35 Wib.

Sementara itu, BNPB terus mendistribusikan logistik pascagempa kepada masyarakat terdampak. Bantuan yang disalurkan berupa tenda pengungsi, makanan siap saji, masker kain, selimut dan lainnya.

Baca Juga: Terdampak Gempa Pacitan, Bangunan di Kota Blitar Ini Ambruk

Berdasarkan laporan Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB per 18 Januari pukul 20.00 Wib, tercatat 84 orang meninggal dunia akibat bencan ini. Rinciannya di Kabupaten Majene sebanyak 11 orang meninggal dunia, 64 orang luka berat dan 4.421 orang mengungsi.

Kemudian di Kabupaten Mamuju sebanyak 73 orang meninggal dunia, 189 orang luka berat dan 15.014 orang menungsi.

Gubernur Sulawesi Barat telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempabumi selama 14 hari yang terhitung dari 15 Januari 2021 sampai 28 Januari 2021.

Baca Juga: Gempa Tektonik M6,2 Guncang Pacitan, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

 

Lihat Artikel Asli

DisclaimerBerita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.