Sabtu, 20 Jun 2026 02:21 WIB

Sebelum Tewas Gantung Diri, Remaja di Blitar Ini Tuliskan Wasiat

  • Penulis : CF Glorian
  • | Kamis, 31 Mei 2018 21:42 WIB
Buku diary korban./Foto: CF Glorian.
Buku diary korban./Foto: CF Glorian.

jatimnow.com - Petugas Kepolisian dari Polsek Kanigoro yang datang ke rumah BI (15), remaja yang tewas karena gantung diri, langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari tempat kejadian petugas, menemukan buku diary yang bertuliskan pesan atau curhatan korban yang diduga menjadi penyebab BI nekat gantung diri. Berikut isi buku diary tersebut:

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

"Sebenarnya gue tuh
nangis kalo mulut
gue itu nakal selalu
nyakitin hati ortu gue
Saya minta maaf
Ya pada kalian
Semua dada...

Gue udah depresi
Ingin bunuh diri

Oh ya gue tuh pengen montor
meskipun bekas
gue ingin
banget,".

Sementara itu saat dikonfirmasi, Kapolsek Kanigoro AKP Purdianto menyebut, dugaan penyebab korban bunuh diri karena tak mendapatkan kepercayaan dari orang tuanya.

Baca juga: Idamkan Motor Tak Terwujud, Remaja di Blitar Pilih Gantung Diri

"Kalau melihat catatannya itu, yang menjadi penyebab korban bunuh diri itu karena tidak dipercaya orang tuanya. Sering dikatakan pembohong dan sebagainya," terang dia ketika di konfirmasi jatimnow.com, Kamis (31/05/2018).

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

Baca juga: Siswi SMP di Blitar Ditemukan Tewas Menggantung di Pintu Kamar

Dari penuturan orang tua korban kepada polisi, korban sebelumnya sering meminta uang dengan jumlah yang menurut orangtuanya dalam nominal yang besar.

"Menurut hemat daripada orang tuanya, uang yang diminta cukup besar dan cepet habis gitu lho. Jadi tidak ada kepercayaan dari orangtuanya gitu. Penyebabnya seperti itu," terang dia.

Baca juga: Siswi SMP di Blitar Tewas Menggantung di Pintu Kamar, Ini Penyebabnya

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

Berdasarkan data yang dihimpun, ayah dan ibu korban telah bercerai. Ibu korban kini sudah menikah lagi, sementara sang ayah hidup menduda.

"Kalau anaknya itu anak baik-baik kok," imbuh Kapolsek Kanigoro.

Reporter: CF Glorian
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.