Minggu, 14 Jun 2026 11:58 WIB

Terdampak PPKM, Pelaku Wisata di Kota Batu Minta Penghapusan Pajak

Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi
Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi

jatimnow.com - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dikeluhkan para pelaku wisata di Kota Batu. Okupansi menurun hingga 30 persen akibat kebijakan tersebut, sehingga mereka meminta pembebasan pajak.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Sujud Hariadi menjelaskan bahwa Pandemi Covid-19 sudah lama menerpa para pelaku wisata. Selama pandemi itu pula, kunjungan wisata menurun drastis.

Baca Juga: Awasi Gaji Pekerja, DJP Jatim III & BPJS Ketenagakerjaan Integrasikan Data

"Saya contohkan Hotel Orchid yang roomnya lebih 100, hanya melayani 35 orang atau 35 room setiap harinya. Rata-rata okupansi maupun kunjungan wisata hanya diangka 20-30 persen per harinya," ujar Sujud, Senin (18/1/2021).

Pria yang juga menjadi Direktur PT Selecta ini menyebut, biaya operasional perhotelan tidak mencukupi dan sangat minim. Sehingga PHRI berharap ada kebijakan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Batu untuk pajak wisata sementara dihapuskan.

"Terkait PPKM yang disampaikan ibu wali kota melalui surat edaran, untuk karyawan Selecta misalnya. Masuknya (absensi) kita bagi dengan gaji yang diterima setengahnya dari gaji normal," jelasnya.

Sementara Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso mengatakan bahwa dampak Pandemi Covid-19 terhadap dunia pariwisata tidak hanya dirasakan di Kota Batu. Dampak itu merembet pada okupansi hotel.

Sedangkan untuk pembebasan pajak, Punjul menyatakan bahwa pihaknya masih akan melakukan evaluasi. Mengingat saat ini masih awal tahun.

Baca Juga: Sasar Perusahaan Nakal, BPJS Ketenagakerjaan dan Ditjen Pajak Jatim Gelar Sidak Bareng

"Untuk pembebasan pajak belum bisa. Kami akan mengevaluasi dulu. Apalagi ini masih awal tahun. Harus dalam tiga bulan ke depan seperti apa," terangnya.

Punjul mencontohkan, untuk pajak PPN 10 persen tidak bisa dibebaskan. Karena pajak tersebut langsung dari masyarakat yang bayar. Sedangkan pengusaha hanya mengumpulkan.

"Kecuali pajak hiburan hotel dan resto akan dievaluasi. Januari baru berjalan 15 hari. Kalau sudah jalan tiga bulan baru ada evaluasi dan kebijakan," paparnya.

Pelaku usaha yang taat pajak selama 2019 dan masih beroperasi serta memenuhi persyaratan telah mendapat bantuan hibah dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Alokasi hibah dana tahap pertama di sektor pariwisata dari Kemenparekraf di Kota Batu tersalurkan Rp 7,6 miliar.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

Punjul mengatakan bahwa dana tersebut tersalurkan kepada 50 hotel dan 24 resto yang ada di Kota Batu. Bahwa realisasi hibah dari pusat tersebut tidak terserap sepenuhnya dari total hibah yang didapat Kota Batu senilai Rp 15,2 miliar. Pasalnya hibah yang disalurkan ke kas daerah mepet di akhir tahun.

"Rencananya ada hibah tahap kedua. Nanti kami akan sampaikan ke pemerintah pusat agar hibah juga disalurkan ke destinasi wisata. Tidak hanya hotel dan resto. Karena destinasi wisata jadi penyumbang pajak terbesar di Kota Batu," tutupnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.