Senin, 15 Jun 2026 20:15 WIB

Atap Plafon Puskesmas di Batu Jebol, Ini Tanggapan Kadinkes

jatimnow.com - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu, Kartika Trisulandari menanggapi jebolnya atap UPT Puskesmas Beji.

Menurutnya, pembangunan puskesma yang berada di Desa Beji, Kecamatan Junrejo sesuai spesifikasi perencanaan tim teknis.

Baca Juga: Komisi D DPRD Jember Soroti Adanya Kepala Puskesmas yang Rangkap Jabatan

Baca juga: Atap Plafon Puskesmas di Batu ini Jebol

"Kenapa rusak biar nanti dijelaskan oleh tim teknis. Tidak kekurangan spek, sudah sesuai perencanaan. Anggaran tersebut hanya untuk pembangunan gedung," terang dia, Rabu (13/1/2021).

Menurutnya, beberapa kerusakan juga sudah diperbaiki, sehingga kedua ruangan di lantai dua bisa ditempati dan difungsikan oleh petugas puskesmas.

Terkait anggaran senilai Rp 5,9 Miliar, Kartika menegaskan hanya untuk pembangunan gedung berlantai 3 tersebut.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

"Untuk pembangunan gedung, kalau alat kesehatan (Alkes) tidak termasuk," ujar dia.

Ia mengaku belum memberikan laporan ke Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko atas kerusakan itu.

"Secara detail belum laporan ke wali kota," jawab Kartika.

Baca Juga: Kasus DBD di Lamongan Turun Drastis Dibanding Tahun Lalu

UPT Puskesmas Beji digadang-gadang jadi tempat pelayanan terbaik bagi masyarakat di Kota Batu. Puskesmas yang memiliki akreditasi utama tersebut dibangun dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) sebesar Rp 5,9 Miliar.

Namun setelah diresmikan pada 27 Desember 2019, beberapa atap sudah jebol. Pantauan di lokasi jebolnya atap di ruang staf dan ruant Tata Usaha (TU) diduga karena terkena rembesan air dan mengalami kebocoran.

Jebolnya plafon tersebut mengundang reaksi Kejaksaan Negeri Batu (Kejari) Kota Batu. Jaksa datang memeriksa kondisi bangunan dan mendokumentasikan kondisi yang rusak.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.