Selasa, 23 Jun 2026 06:32 WIB

Dua Perempuan ini Mengaku Jadi Korban Investasi di Kota Probolinggo

Dua perempuan yang mengaku jadi korban investasi
Dua perempuan yang mengaku jadi korban investasi

jatimnow.com - Suwanti Qoriah (24), warga Kelurahan Mayangan, Kota Probolinggo dan Nurcholilah Fitri Rizkiyah (28), warga Desa Selobanteng, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo mengaku tertipu investasi mereka ikuti.

Keduanya merupakan karyawati salah salah unit bank finance di Kota Probolinggo. Mereka mengaku menyerahkan uang kepada salah satu nasabahnya bernama Magnifera Indica untuk investasi dengan tawaran bunga yang menggiurkan.

Baca Juga: Polusi Asap PT KTI Resahkan Warga Kelurahan Mayangan Probolinggo

"Saya tertarik karena saya tahu nasabah ini rajin membayar kreditnya. Apalagi bunga yang ditawarkan sebesar 10 persen dari modal yang diinvestasikan," ujar Suwanti, Senin (11/1/2021).

Suwanti menyebut, awalnya dia mendapatkan keuntungan sesuai bunga yang dijanjikan. Dan oleh di, keuntungan itu dia investasikan lagi.

"Tetapi selanjutnya uang dan modal saya tak dicairkan hingga saat ini. Modal yang belum terbayarkan sekitar Rp 8,5 juta," jelasnya.

Sementara Nurcholilah Fitri Rizkiyah mengaku tertarik berinvestasi karena mendapat tawaran dari Suwanti. Dia juga tergiur, karena awalnya Suwanti sudah mendapatkan keuntungan.

Baca Juga: Monitoring Dua SPPG, Ini Kata Satgas MBG Probolinggo

"Uang saya yang belum keluar sekitar 13 jutaan. Saya berharap uang tersebut bisa segera kembali karena uang itu sudah sekitar satu tahunan. Apalagi uang itu bukan milik saya semua," papar Lilah.

Magnifera Indica saat ditemui di rumahnya mengaku bahwa usaha yang dijalankan bukan investasi bodong.

"Uang yang diinvestasikan oleh keduanya sudah dikelola untuk bisnis usaha baju, buah buahan dan bisnis lainnya. Namun saat ini semenjak pandemi usaha saya mengalami penurunan, bahkan terbukti kafe saya sudah ditutup," ungkap dia.

Baca Juga: Tekan Curanmor, Polres Probolinggo Kota Perketat Pengawasan Pasar Onderdil Bekas

Fera mengaku uang yang dikelolanya juga nyantol dan belum dibayarkan oleh teman kerjanya di daerah Tuban.

"Nanti kalau uang saya dibayar oleh temen tersebut dan rumah saya laku, uang Suwanti dan Leli pasti saya kembalikan. Terbukti saya sudah menyicil tanggungan saya kepeda mereka. Namun untuk melunasi tanggungan saya semuanya, masih belum ada uang yang mau dibayarkan," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.