Selasa, 16 Jun 2026 04:27 WIB

Jalur Menuju Bromo Tertutup Lumpur dan Longsor, Warga Butuh Alat Berat

  • Penulis : Moch Rois
  • | Senin, 11 Jan 2021 12:14 WIB

jatimnow.com - Material longsor hingga kini masih menutupi jalur wisata Gunung Bromo, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan yang juga menghubungkan Desa Tosari dengan Desa Ngadiwono.

"Sejak kemarin malam, jajaran Muspika Tosari dibantu masyarakat sekitar dan relawan melakukan pembersihan material tanah longsor secara manual di beberapa titik. Tinggal di jalan penghubung Desa Tosari dengan Ngadiwono yang belum maksimal, karena perlu alat berat," jelas Kapolsek Tosari, AKP Slamet Aji, Senin (11/1/2021).

Baca Juga: Fenomena Bromo Bersalju Pertama di 2026 Hipnotis Wisatawan

Baca juga: Hujan di Pasuruan, Jalur Menuju Bromo Tertutup Lumpur dan Longsor

Meskipun pembersihannya kurang maksimal karena menggunakan alat manual berupa cangkul dan sekrop, upaya itu membuat jalan bisa dilewati kendaraan motor dan mobil berpenggerak empat roda (four wheel drive) atau 4x4 sehingga Desa Ngadiwono tidak terisolir.

"Yang bisa lewat jalan Tosari-Ngadiwono cuman motor dan mobil 4x4, itu pun harus hati-hati. Sedangkan mobil seperti Innova dan lainnya tidak bisa. Karena kendala material longsor yang menutupi jalan," paparnya.

Terkait kapan alat berat itu akan di datangkan, ia mengaku pihak Muspika Tosari hari ini meminta batuan Pemprov Jatim untuk mendatangkannya.

"Pak camat hari ini berkoordinasi untuk mendatangkan alat berat dari Provinsi Jatim," tandasnya.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Sementara itu untuk Jalan Raya Tosari yang pada Minggu (10/1) diterjang luapan banjir material tanah dan lumpur akibat tersumbatnya drainase, kini sudah bisa dilalui secara normal kembali.

Salah satu warga Desa Tosari, Singgih mengatakan material tanah masih banyak yang menempel di jalan raya.

Tumpukan sampah yang berserakan saat terbawa arus banjir pun masih banyak yang tertinggal di jalan raya. Saat ini, masyarakat secara swadaya membersihkan sampan itu secara manual.

"Sudah bisa dilewati jalan raya yang banjir kemarin. Tinggal tumpukan sampah berserakan di pinggir jalan. Untuk sampah yang di tengah jalan saat ini dibersihkan warga. Warga juga membersihkan material tanah di jalan raya," kata Singgih.

Baca Juga: Yadnya Kasada 2026: 3 Dukun Pandita Baru Suku Tengger Resmi Dikukuhkan

Warga meminta alat berat segera didatangkan ke Kecamatan Tosari agar material tanah yang menutupi jalan bisa segera dibersihkan.

"Ini solusinya alat berat harus didatangkan. Sejak kemarin kita berusaha membersihkan dengan alat seadanya, hasilnya tidak maksimal," tukas Singgih.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.