Selasa, 16 Jun 2026 00:07 WIB

MUI Sesalkan Teror Pembakaran Ponpes Al Furqon Muhammadiyah Lamongan

Sekretaris Jenderal (Sekjen) MUI Pusat, Amirsyah Tambunan (Foto MUI)
Sekretaris Jenderal (Sekjen) MUI Pusat, Amirsyah Tambunan (Foto MUI)

jatimnow.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat menyesalkan adanya teror pembakaran Pondok Pesantren (Ponpres) Al Furqon Muhammadiyah di Lamongan Jawa Timur.

"MUI menyesalkan dan prihatin atas terjadi pembakaran Ponpes Al Furqon," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) MUI Pusat, Amirsyah Tambunan dalam rilis yang diterima Republika. co.id, Sabtu (9/1).

Baca Juga: Jargas PGN Pasok Energi untuk 15 Ribu Santri Pesantren Dalwa

MUI meminta aparat kepolisian sebagai pengayom dan pelindung serta penegak hukum agar mengusut tuntas aktor intelektual yg melakukan teror tersebut. Karena aksi tersebut cukup meresahkan masyarakat.

Apalagi lanjut Amirsyah, dua aksi pembakaran tersebut hanya berselisih waktu sepekan yaitu pada Jumat (1/1) dan diulangi Jumat (8/1) pada jam yang sama pukul 11.00 dan 11.40 menjelang shalat Jumat.

Mengutip laporan yang diterimanya, menurut Amirsyah, pada kejadian pertama ini diketahui oleh saksi Nanang, yang kediamannya ada di utara Ponpes.

Saat melihat api yang muncul dari asrama Ponpes Putra itu, Nanang langsung mencoba memadamkan api yang membakar rak sepatu dibantu santri yang ada. Kemudian pada peristiwa Jumat lalu juga yg sama dengan sasaran rak sepatu.

Akibat kejadian ini, lanjut Nanang, api membakar puluhan sepatu milik para santri serta menjalar kusen pintu dan atap lantai dua.

Peristiwa tersebut menurut Anirsyah harus diusut tuntas baik motif maupun pelakunya. Apalagi lanjutnya, negara sangat menjunjung tinggi nilai peradaban, oleh sebab itu segala macam teror harus dihentikan.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

"Ponpes merupakan simbol peradaban untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. Tapi kita patut bersedih justru ada pihak yang melakukan teror untuk merendahkan martabat kemanusiaan dan menghilangkan akal sehat," tegasnya.

Secara khusus MUI meminta semua pihak termasuk para tokoh agama untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu yang menyesatkan.

 

Lihat Artikel Asli

Baca Juga: Puluhan Ulama di Probolinggo Jalani Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

 

 

 

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.