Senin, 08 Jun 2026 02:41 WIB

Mahasiswa ITS Bikin Plastik yang Dapat Dibuat Pakan Ternak

jatimnow.com - Hamdan Kafi Magfuri, mahasiswa Departemen Teknik Material dan Metalurgi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggagas atau membuat plastik ramah lingkungan berbahan dasar kentang.

Keunggulan lain dari kantong plastik tersebut dapat dijadikan pakan ternak dan pupuk, serta mudah terurai oleh tanah.

Baca Juga: Mahasiswa ITS Ciptakan Alat Deteksi Dini Kebakaran Listrik

Hamdan menjelaskan tercetusnya ide atau gagasan pembuatan plastik ramah lingkungan itu seiring dengan peningkatan konsumsi sejumlah produk yang menggunakan plastik sintetis pada masa Pandemi Covid-19 guna mendukung pola hidup masyarakat untuk lebih menerapkan protokol kesehatan.

Berdasar pengamatannya, dibanding sebelum masa pandemi, kini banyak masyarakat yang memilih untuk memasak makanan di rumahnya sendiri. Salah satu konsekuensi yang ditimbulkan, adanya penumpukan sampah kantong plastik sekali pakai.

Hamdan menilai permasalahan ini membutuhkan inovasi untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan dampak buruk yang ditimbulkan.

Sebab, plastik sendiri merupakan material yang sangat sulit terurai oleh tanah. Panjangnya rantai karbon dalam penyusunan materinya, membuat plastik baru dapat diurai oleh mikroorganisme dalam waktu ratusan hingga ribuan tahun.

"Lama kelamaan penumpukan kantong plastik ini akan berdampak buruk pada lingkungan. Dengan demikian, ide utama yang harus diangkat adalah plastik yang mudah terurai dan memiliki manfaat lain selain menjadi sampah," ujar Hamdan melalui siaran pers yang diterima redaksi, Sabtu (2/1/2021).

Bermodal riset melalui penelitian-penelitian terdahulu, mahasiswa kelahiran Lumajang ini pun menggagas plastik berbahan dasar pati, yang banyak terkandung dalam umbi-umbian.

Dari sekian banyak jenis umbi-umbian, Hamdan memilih kentang sebagai bahan utama. Selain, mudah ditemui dan ketersediaan sangat melimpah ia berharap bisa menambah pendapatan petani kentang.

"Oleh karena itu, dalam gagasan ini, rencananya petani kentang sendiri yang akan memproduksi plastik ini," ungkap mahasiswa kelahiran tahun 2000 ini.

Dijelaskannya cara pembuatannya, terbilang cukup mudah. Awalnya dia mencari kentang yang tidak lolos sortir untuk dijual di pasar, lalu digiling dan diperas sari patinya.

Baca Juga: Mahasiswa Unair Gagas Inovasi Plester Pendeteksi Kanker Hati

Kemudian, sari pati ini diendapkan selama beberapa hari hingga menghasilkan endapan tepung. Endapan ini kemudian dicampur dengan platisizer dan kitosan.

Campuran ini kemudian diendapkan, dicetak pada cetakan lembaran, serta dipanaskan pada suhu 120 derajat celcius selama 30-90 menit.

Plastisizer sendiri didapat dari glisoerol dan asam asetat, berfungsi untuk mendapatkan sifat plastik, yaitu untuk memadatkan adonan.

"Sedangkan kitosan didapat dari tepung kulit udang dan cangkang kepiting, berfungsi untuk menaikkan sifat mekanik plastik agar memiliki daya untuk menahan beban," paparnya.

Plastik berbahan dasar kentang ini, menurut Hamdan, memiliki karakteristik yang baik. Dari segi kekuatan tarik saja, plastik ini berkekuatan 28 MPa, di atas standar SNI yang sebesar 27 MPa.

Baca Juga: Mahasiswa ITS Ciptakan Kakarobot, Robot Edukasi Tanpa Gawai untuk Anak 3T

"Sedangkan dari kemampuan tahan air, plastik ini memiliki kemampuan yang sama dengan plastik pada umumnya. Selain itu, plastik ini tidak mengeluarkan zat karbon seperti plastik pada umumnya, sehingga aman untuk makanan," ungkapnya.

Dia menjelaskan, sampah dari plastik ramah lingkungan berbahan dasar kentang ini dapat terurai dalam waktu 28 hari di dalam tanah.

Oleh karena itu, untuk penyimpanannya, harus diletakkan pada tempat yang tidak memiliki kontak dengan udara yang terlalu banyak.

"Selain itu, sampah dari plastik ini juga dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak dan pupuk kompos. Harapan lainnya manfaat plastik ramah lingkungan ini dapat dirasakan banyak pihak," tandasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.