Jumat, 19 Jun 2026 19:57 WIB

Aktivis Lingkungan Demo di Laut Binor, Ini Jawaban PLTU Paiton

jatimnom.com - PT Pomi yang berada di naungan PT Paiton Energy mengeluarkan pernyataan resmi terkait aksi Koalisi Aksi Laut Biru melakukan aksi damai atas pencemaran ceceran batu bara di Laut Binor.

Mereka menjelaskan dalam beroperasi telah memperhatikan dan memenuhi standar nasional dan internasional.

Baca Juga: Tragis! Nenek di Probolinggo Tewas Tertemper Kereta Api Blambangan Ekspres

Perusahaan tersebut juga mengaku telah memenuhi regulasi yang ada perseroan terus melakukan perbaikan melalui penerapan sistem managemen lingkungan ISO 14001 dan sistem managemen keselamatan ISO 45001.

Baca juga: Prihatin Ceceran Batu Bara, Aktivis Lingkungan Demo di Laut Binor

"Jadi PT Paiton Energy memastikan bahwa semua dampak lingkungan yang disebabkan pengoperasian pembangkit listrik telah sesuai dengan standar yang ada dan peraturan yang berlaku," tulis Widya Tresna Utami dalam siaran pers yang diterima redaksi, Selasa (1/12/2020).

Ia meneruskan, Perseroan menggunakan teknologi ramah lingkungan, berkualitas tinggi dan teruji, yang dibangun oleh produsen berkualitas. Antara lain, memakai Super Critical Boiler Technology yang memberikan efisiensi lebih tinggi, konsumsi bahan bakar lebih rendah, dan mampu menurunkan emisi C02.

Baca Juga: Siswi SD Asal Probolinggo Wakili Jatim di Ajang Duta Anak Indonesia 2026

Selain itu juga iku serta dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) yang digelar Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK).

"Perseroaan menilai adanya aksi sekelompok orang yang menamakan Koalisi Aksi Laut Biru dapat menimbulkan
dampak terhadap upaya kami dalam membantu menjaga keandalan sistem kelistrikan selama masa Pandemi. Juga bisa menggangu upaya kita bersama dalam mencegah penularan Covid-19," lanjutnya.

Sementara itu, salah satu aktivis Koalisi Laut Biru Probolinggo, Antony Sofyan mengatakan bahwa rilis dari PT Paiton Energy tidak menanggapi apa dipermasalahkan.

Baca Juga: Terima SK, DPC PPP Kota Probolinggo Pasang Target Raih Lima Kursi DPRD

"Intinya, justru dari rilis tersebut tidak menjawab apa yang menjadi konteks permasalahan dan seolah membenarkan PT Pomi," katanya.

Hasil dari pengamatan, masih ada tumpukan batu bara yang menggunung di Laut Binor. Tumpukan itu saat proses bongkar muat batu bara.

"Ada tumpukan batu bara yang menggunung di Laut Binor, Kecamatan Paiton. Itu yang seharusnya perlu dijawab dan dicarikan solusi oleh perusahaan," tandasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.