Senin, 15 Jun 2026 04:38 WIB

Prihatin Ceceran Batu Bara, Aktivis Lingkungan Demo di Laut Binor

jatimnow.com - Belasan aktivis dari lingkungan laut Probolinggo yang tergabung dalam Koalisi Aksi Laut Biru melakukan aksi damai atas pencemaran ceceran batu bara di area PLTU Paiton, Senin (30/11/2020).

Dalam aksinya, mereka menaiki perahu dan membentangkan spanduk bertuliskan "Adili Sekarang Perusak Ekosistem Laut NKRI" di laut sekitar PLTU.

Baca Juga: Krisis Brantas: Posko Ijo Surati Gubernur, Sentil Pemerintah Pusat

Ketua Kelompok Pengawas Masyarakat Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Anton Sumarsono mengatakan aksi itu dalam upaya menunjukkan keprihatinan mereka terhadap lingkungan.

"Saat ini ada ceceran batu bara yang jatuh ke laut telah menggunung. Memang sebelumnya ada upaya pembersihan namun gagal dan saat ini tidak dilakukan kembali," katanya.

Ia mengaku, saat melaksanakan aksi sempat dihalau oleh 6 perahu.

"Sejak berdirinya PLTU unit 7-8 belum ada solusi konkret terhadap ceceran batu bara yang ada di laut. Ini sangat mengkhawatirkan terkait dengan keberlangsungan ekosistem laut yang ada di sana terutama masalah kerusakan terumbu karang. Kami sangat prihatin akan hal itu jika ini dibiarkan terus menerus," ujarnya.

Baca Juga: Mengejutkan, Air Hujan di Desa Sumberkemuning Bondowoso Mengandung Mikroplastik

Senada, Ketua Yayasan Pendukung Alam Konang, Antoni Sofyan mengatakan kawasan Laut Binor memprihatinkan. Ia meminta agar segera dilakukan pembersihan.

"Diharapkan kawasan Laut Binor tetap lestari dan tidak rusak. Jika ini dibiarkan sangat mengancam terhadap ekosistem laut yang ada di area itu," harap dia.

Ia menyebut, jika aksi mereka tidak direspon oleh pihak pengelola di Unit PLTU 7-8, maka pihaknya tidak segan melayangkan surat ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Baca Juga: Foto: Aksi Dramatis Korps Marinir Guncang Jakarta

"Karena persoalan ini sangat urgent dan harus segera ada solusi dan terselesaikan atas adanya pencemaran Laut Binor Probolinggo," tegasnya.

Sementara itu, pihak PT Pomi Paiton melalui Community dan Human Resources Manager PT Pomi Paiton, Bambang Jiwantoro saat dihubungi menyebut akan ada pernyataan dari mereka.

"Mohon maaf. Nanti saya sampaikan ke person in charge terkait pernyataan tertulis dari Paiton Energy," tulis Bambang dalam pesan Whats App (WA).

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.