Jumat, 12 Jun 2026 15:52 WIB

Pria di Ponorogo ini Sukses Kembangkan Bonsai Kelapa

Jais Prasetyo dan bonsai kelapa yang dikembangkannya
Jais Prasetyo dan bonsai kelapa yang dikembangkannya

jatimnow.com - Pandemi Covid-19 tidak lantas membuat Jais Prasetyo (40), warga Desa Prajegan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo pesimis. Pria ini terus mengembangkan budidaya bonsai kelapa (bonka) yang ditekuninya.

Jais mengaku mulai menggeluti usaha bonka dengan belajar secara otodidak melalui YouTube. Jais mulai mencoba mencari kelapa yang berukuran kecil yang berasal dari Flores, Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga: Gerai UMKM Segera Dibangun di Kawasan Gereja Merah Probolinggo

Menurutnya, kelapa gang dari Flores yang paling pas, karena ukurannya kecil dan agak lonjong.

"Pembeli itu suka cari yang kecil, karena biasanya ditaruh di atas meja untuk hiasan," jelas Jais ditemui di rumahnya, Sabtu (28/11/2020).

Jais menjelaskan, untuk membentuk bonka, dia mencari kelapa berukuran kecil dan tua. Kemudian dirawat di dalam media berisi air. Biasanya dia memaksi bak air.

"Kalau sudah di tempat lembab atau bak, lalu keluar tunas sudah dipastikan bonsai kelapanya hidup," papar Jais.

Setelah itu, lanjut Jais, tunas akan membentuk akar. Saat akarnya dirasa sudah cukup kuat, lantas dipindah ke dalam pot yang baru. Di dalam pot disediakan media, mulai dari tanah dicampur pasir dan sekam untuk media. Juga batu karang serta batu-batu kecil untuk hiasan.

Baca Juga: Modal Usaha ACC Danaku Dongkrak Omzet Kuliner di Surabaya

"Memindahnya harus pelan-pelan supaya tanaman tidak stres," terang Jais.

Menurut Jais, proses perawatan terbilang mudah, hanya perlu rutin menyiram air. Tujuannya untuk memcetak batang atau glugu. Setelah itu proses pecah daun.

Jais menyebut, proses pembuatan bonka membutuhkan waktu yang lumayan lama antara 9 bulan hingga 12 bulan. Setelah jadi, dia menjual bonka mulai dari Rp 250 ribu hingga Rp 1,1 juta.

"Yang beli senang, biasanya saya lepas. Biasanya pertumbuhannya belum sampai 100 persen atau pecah daun, sudah laku," ungkap Jais.

Baca Juga: Dihadiri Ribuan Pengunjung, Event Karnaval SCTV 2026 Berdampak ke UMKM Jember

Sedangkan dalam perawatannya, media tanam harus terus diperhatikan serta cukup air.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.