Selasa, 16 Jun 2026 01:50 WIB

Pilkada Gresik 2020

Sapa Nelayan Bawean, Qosim-Alif Paparkan Rencana Bentuk BUMD Perikanan

Calon Bupati Gresik, Qosim saat mendatangi sentra olahan ikan pindang di Desa Dedawang, Bawean
Calon Bupati Gresik, Qosim saat mendatangi sentra olahan ikan pindang di Desa Dedawang, Bawean

jatimnow.com - Produksi ikan tangkap di Pulau Bawean tiap tahun cukup besar berpotensi meningkatkan perekonomian setempat. Namun produksi sebesar itu tidak mampu mendongkrak kesejahteraan nelayan, karena ketiadaan industri pengolah ikan serta cold storage penyimpan hasil tangakapan.

Dari persoalan itu, Pasangan Calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Gresik, Qosim-Alif menawarkan program kerja berupa pendirian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perikanan.

Baca Juga: Pemancing Tenggelam di Kali Lamong Gresik Akhirnya Ditemukan

Melalui BUMD ini, kegiatan produksi ikan tangkap dari Pulau Bawean bisa dikelola dengan baik, mulai penyediaan alat tangkap, pengelolaan pascatangkap, pengawetan pengemasan hingga memasarkan seluruh produk tangkapan laut.

Hal itu disampaikan Qosim dan Alif saat mendatangi sentra olahan ikan pindang di Desa Dedawang, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Sabtu (28/11/2020).

Di sentra home industri ikan pindang tradisional ini, Qosim dan Alif mendapat sejumlah masukan dari nelayan, pengelola home industry ikan serta pemuda sekitar.

Salah satu pengelola home industri ikan pindang, Halilah menyebut bahwa ada sekitar 7 home industry yang ada di Desa Dedawang. Mereka berharap ada yang membantu menyediakan bahan baku kendil (tempat pindang dari tanah liat) dan ikan sarden tangkap secara rutin.

Calon Wakil Bupati Gresik, Dokter Alif saat mendatangi sentra olahan ikan pindang di Desa Dedawang, BaweanCalon Wakil Bupati Gresik, Dokter Alif saat mendatangi sentra olahan ikan pindang di Desa Dedawang, Bawean

"Biar harga tidak naik turun karena bahan baku ikan tidak stabil pasokannya dan minta dibantu penyediaan sarana transportasi untuk mempercepat penjualan produk ikan pindang ke daerah pasar seperti di Brondong Paciran. Serta dibantu pemodalan untuk meningkatkan kapasitas produksi," tutur ibu tiga anak ini kepada Qosim dan Alif.

Sedangkan Usman, salah satu nelayan Desa Teluk Jati, Kecamatan Tambak mengungkapkan, ikan tongkol dan kakap tangkapan nelayan sering rusak karena tidak ada mesin pendingin. Selama ini mereka mengawetkan ikan secara manual dengan menyediakan boks pendingin diberi pecahan es batu.

Baca Juga: Pemancing Tenggelam di Kali Lamong Gresik, Pencarian Terkendala Arus Deras

"Harapan kami, di Bawean ini ada tempat pendinginan ikan dan penampung ikan hasil tangkapan nelayan agar tidak cepat rusak dan harganya jatuh. Kami berharap Pak Qosim dan Dokter Alif membantu kami jika sudah dilantik sebagai bupati dan wakil bupati Gresik periode mendatang," terang Usman.

Sementara Qosim menegaskan, dirinya bersama Alif berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan serta industri kecil pengolahan ikan di Bawean. Solusinya dengan membentuk BUMD Perikanan.

Menurut Qosim, perusahaan daerah ini secara khusus akan menangani sektor perikanan di Kabupaten Gresik. Baik ikan budidaya maupun ikan tangkap.

Konsepnya, BUMD akan menyediakan kebutuhan nelayan dan petambak budidaya ikan. Baik alat tangkap ikan, pakan ikan hingga sarana tangkap ikan. Lalu, BUMD Perikanan akan mendirikan cold storage di sejumlah sentra nelayan seperti tempat pelelangan ikan seperti di Dedawang Bawean atau Campurejo, Panceng.

"Ikan tangkap nelayan akan kami tampung di cold storagae melalui kelompok nelayan. Selanjutnya ikan yang sudah disimpan akan disalurkan ke industri pengolahan ikan seperti Kelola Mina Laut. BUMD Perikanan juga akan membentuk divisi pengolahan ikan yang akan memproduksi olahan ikan dalam bentuk jadi untuk dipasarakan di toko modern dan toko konvensional," papar Qosim.

Baca Juga: Warning BMKG, Gelombang 4 Meter Ancam Perairan Selatan Jatim 2-5 Juni 2026

Bagi pemilik usaha kecil pengolahan ikan nantinya akan dilakukan pendampingan dan pembinaan agar kualitas produksi meningkat dengan kemasan siap saji dan hygienis. Soal pemodalan, nanti disediakan melalui program UMKM Bangkit yang mendata pengusaha kecil untuk dibantu pemodalan dan pemasaran hasil produksi.

"Saya dan Dokter Alif akan senantiasa membawa masyarakat Gresik sejahtera dengan meningkatkan perekonomian melalui program yang kami tawarkan pada visi dam misi Qosim Alif menuju Gresik Ayem Tentrem," pungkas Qosim yang diamini Alif.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.