Kamis, 18 Jun 2026 18:38 WIB

Pembelajaran Tatap Muka Belum Bisa Diterapkan di Kota Probolinggo

Aktivitas sekolah di Kota Probolinggo sebelum Pandemi Covid-19
Aktivitas sekolah di Kota Probolinggo sebelum Pandemi Covid-19

jatimnow.com - Pembelajaran tatap muka untuk semua sekolah bakal digelar Januari 2021. Namun, Pemerintak Kota (Pemkot) Probolinggo masih belum berani memastikan apakah kebijakan itu diterapkan atau tidak, lantaran tren kasus Covid-19 masih terbilang tinggi.

"Memang ada edaran dari Menteri Pendidikan, Menteri Kesehatan, Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri. Dalam surat itu memperbolehkan pembelajaran tatap muka pada Januari 2021," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Moch. Maskur, Kamis (26/11/2020).

Baca Juga: Potensi PAD Parkir dan PKB Kota Probolinggo Ratusan Juta Bocor ke Kabupaten

Menurut Maskur, dalam poin surat itu, kebijakan pembelajaran tatap muka diserahkan kepada daerah masing-masing.

"Nampaknya untuk Kota Probolinggo masih belum dilaksanakan karena akhir-akhir ini tren pasien Covid-19 masih tinggi. Sehingga wali kota masih menunda untuk dibukanya pendidikan tatap muka dikhawatirkan beresiko tinggi dan menjadi klaster baru," ujar Maskur.

Meski orangtua siswa dari berbagai tingkatan satuan pendidikan banyak yang meminta untuk segera dibuka, namun untuk Kota Probolinggo masih mengarahkan tetap menerapkan sistem online learning atau daring.

"Kita masih memikirkan dampaknya dan tidak ingin angka Covid-19 terus naik. Kami berharap masyarakat lebih dipahami situasi dan kondisi daerah saat ini," tegasnya.

Baca Juga: STB Gandeng Muhammadiyah Jatim, 500 Siswa Bakal Belajar ke Singapura

Sementara itu Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin menegaskan belum bisa menerapkan pembalajaran tatap muka di lembaga pendidikan. Menurutnya, kesehatan masyarakat masih menjadi perioritas.

"Kalau dipaksakan dibuka dan ada dari siswa yang terpapar, maka orangtua juga akan direpotkan karena harus menjaga anaknya saat dilakukan perawatan. Ini yang menjadi pertimbangan bagi kami," jelas Wali Kota Hadi.

Hadi meminta para siswa untuk belajar di rumah terlebih dahulu dan didampingi orangtuanya.

Baca Juga: Inflasi Turun Drastis, Gubernur Khofifah Beri Apresiasi Pemkot Probolinggo

"Memang jenuh. Tapi soal kesehatan memang harus dipikirkan. Kalau sampai terpapar mereka harus dilakukan isolasi sendirian dan ini menjadi tantangan kita," tambahnya.

Wali Kota Hadi berharap masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan saat melakukan aktivitas, mulai memakai masker, cuci tangan dan menjaga jarak.

Di sisi lain, data kasus Covid-19 di Kota Probolinggo per Rabu (25/11/2020), jumlah pasien Covid-19 secara total tercatat 748 orang. Dari jumlah itu, pasien yang sembuh ada 634 orang, masih dirawat 61 orang dan meninggal dunia 53 orang.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.