Selasa, 16 Jun 2026 04:37 WIB

Perjuangan UMKM Anyaman Bambu Probolinggo Bertahan di Tengah Pandemi

UMKM anyaman bambu di Probolinggo
UMKM anyaman bambu di Probolinggo

jatimnow.com - Kerajinan anyaman bambu yang dikelola Saiful Haq (48), warga Desa Laweyan, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo ini tetap bertahan di tengah Pandemi Covid-19.

"Kami sangat merasakan dampak terhadap penjualan produksi anyaman bambu yang kami kelola saat ini," ujar Saiful, Minggu (22/11/2020).

Baca Juga: Tragis! Nenek di Probolinggo Tewas Tertemper Kereta Api Blambangan Ekspres

Pria yang merintis usaha anyaman bambunya sejak 2013 ini mengaku, selama masa pandemi atau bulan Maret 2020 lalu, tingkat produksi anyaman bambu yang dijalankannya menurun karena sepinya permintaan.

"Penurunan sekitar 70 persen dibandingkan dengan sebelum pandemi dengan omzet Rp 10-20 juta setiap bulan. Namun saat ini hanya bisa mampu memperoleh Rp 3-6 juta per bulan," jelas Saiful.

Bagi Saiful, tidak mungkin dia menutup usahanya yang telah dirintis sejak 7 tahun silam. Karena usahanya itu merupakan salah satu mata pencariannya.

"Apalagi saya juga memberdayakan para pekerja dari warga sekitar," ungkapnya.

Untuk bisa tetap bertahan menjalankan usahanya, Saiful mengaku telah mengurangi jumlah produksinya.

Baca Juga: Siswi SD Asal Probolinggo Wakili Jatim di Ajang Duta Anak Indonesia 2026

"Secara otomatis pekerja juga kerap kali diliburkan. Kalau ada pesanan baru dia bekerja. Karena banyak langganan kami yang biasa beli tutup beberapa waktu lalu, mulai dari hotel, tempat wisata, rumah makan," tegasnya.

Produksi anyaman bambu usaha milik Saiful antara lain gazebo, keranjang, gedek, rak belajar, kursi, skatsel dan parabot rumah tangga seperti vas bunga.

Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, Saiful mewajibkan para pekerjanya untuk mentaati protokol kesehatan, seperti memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak.

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Bantu UMKM Mojo Urus Legalitas dan Go Digital

"Nggak tahu kenapa saya pribadi terdampak secara ekonomi, tapi tidak mendapatkan bantuan dalam bentuk apapun dan dari manapun saat masa pandemi ini," tegasnya.

Saiful berharap agar pemerintah bisa lebih memperhatikan pelaku UMKM seperti dirinya. Dia juga berharap pandemi segera berakhir, sehingga perekonomian kembali pulih.

"Karena situasi ini sangat berdampak terhadap ekonomi masyarakat luas," tegas Ketua Paguyuban UMKM Kabupaten Probolinggo tersebut.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.