Sabtu, 20 Jun 2026 18:39 WIB

Tolong! Pria di Magetan ini 35 Tahun Lumpuh dan Tak Bisa Bicara

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 17 Nov 2020 14:35 WIB
Hartono saat dirawat Waginem, ibunya
Hartono saat dirawat Waginem, ibunya

jatimnow.com - Seorang pria bernama Hartono hanya bisa terbaring lemas selama 35 tahun. Suara yang keluar dari warga Desa Sidokerto, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan itu hanya terdengar lirih.

Tubuhnya kurus kering, hanya tulang terbalut kulit. Sementara matanya mengawasi tajam. Kedua tangannya yang terbalut jaket kain warna coklat menekuk pada kedua siku dan kedua telapak tangannya lurus ke samping. Sesekali dia menarik sprei tipisnya.

Baca Juga: Komitmen Agus Black Hoe: Infrastruktur Berkualitas Dongkrak Ekonomi Magetan

"Anak saya lumpuh sejak usia dua bulan," ujar Waginem (65), ibu kandung Hartono, Selasa (17/10/2020).

Waginem mengaku jika anak semata wayangnya itu awalnya panas tinggi dan kejang-kejang. Sudah ratusan kali dokter hingga ke orang pintar, anaknya tak kunjung sembuh.

"Anak saya itu mampu menggerakkan kakinya, hanya tak pernah bisa menggeser badannya. Selama hidupnya menempel pada kasur," tutur Waginem.

Menurut Waginem, kedua tangan anaknya itu juga kaku, sikunya menekuk dan hanya jari jemarinya yang bisa bergerak.

Hartono saat dirawat Waginem, ibunyaHartono saat dirawat Waginem, ibunya

Baca Juga: Mbok Yem, Pemilik Warung Tertinggi di Indonesia Tutup Usia

"Dari ratusan kali berobat ke sejumlah dokter dan ratusan kali berobat ke orang pintar, hanya syarafnya yang kena. Nama penyakitnya tahu saya yo syaraf itu," ungkapnya.

Waginem menambahkan, pada usia 2 sampai 6 tahun, kondisi anaknya sempat membaik. Saat itu Hartono kecil lincah dan aktif saat diajari berjalan oleh Suri (70), bapaknya.

"Saat itu bisa jalan tapi harus dipegang. Dia terlihat semangat meskipun kakinya lemas," tambah Waginem.

Saat usia 6 tahun, kaki Hartono tidak bisa menopang badannya. Sehingga Hartono hanya tertidur lemas di kasur. Selain tidak bisa berjalan, Hartono juga tidak bisa berbicara. Hanya suaranya yang terdengar seperti lenguhan dan anggukan saja.

Baca Juga: Belanja di Pasar Murah Lembeyan Magetan, Warga Bisa Dapat Diskon Khusus

"Tidak pernah bisa bicara. Kalau minta makan atau buang air besar mengangguk, baru saya tahu dia minta apa," ucap Waginem.

Menurutnya, sampai sekarang Hartono masih sering kejang-kejang.

"Kerot yang sering dialami membuat gigi anak saya habis. Sempat jatuh sekali karena kejang hebat bareng kerot. Giginya sampai habis itu dan kalau kerot mulutnya tidak bisa dibuka, rapat sekali," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.