Minggu, 14 Jun 2026 20:55 WIB

Perjalanan Penjual Tempe di Ponorogo Lulus S1 pada Usia 42 Tahun

Aktivitas Saminten menjual tempe setiap pagi di Pasar Stasiun Ponorogo
Aktivitas Saminten menjual tempe setiap pagi di Pasar Stasiun Ponorogo

jatimnow.com - Seorang penjual tempe bernama Saminten berhasil lulus sarjana strata satu (S1) di kampus Institut Agama Islam Sunan Giri (Insuri) Ponorogo, saat umurnya sudah 42 tahun.

Setiap pagi, Saminten berjualan tempe di Pasar Stasiun Ponorogo. Selepas berjualan tempe, dia mengajar di Playgroup Wijaya, Desa Ngraket, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Karena sudah mengantongi ijazah D2 untuk transfer ke S1, jadi saya cuma membutuhkan waktu dua tahun untuk lulus," ujar Saminten, Sabtu (14/11/2020).

Saminten bercerita bagaimana kehidupannya saat kuliah, meski harus menjadi ibu rumah tangga, berjualan tempe dan mengajar di playgroup. Setiap hari dia harus bangun pukul 03.00 Wib untuk mengolah kedelai dijadikan tempe.

Saminten bersama keluarga saat wisuda S1Saminten bersama keluarga saat wisuda S1

"Sekitar pukul 04.15 hingga pukul 07.00 Wib saya jualan di Pasar Stasiun Ponorogo," tuturnya.

Setelah berjualan dan kembali ke rumahnya di Warga Desa Ngumpul, Kecamatan Balong, Saminten langsung menyiapkan dirinya untuk mengajar. Dia mengajar sampai pukul 10.00 Wib.

"Setelah mengajar, saya melanjutkan proses membungkus tempe untuk dijual besok hari. Sekitar pukul 13.00 Wib berangkat kuliah hingga pukul 17.00 Wib," tambahnya.

Kegiatan itu rutin lakukan setiap hari selama dua tahun. Meski kegiatannya padat, Saminten tidak merasa berat. Sebab semua pekerjaan dilakukan dengan hati yang senang.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Kalau nggak ada kerjaan saya bingung, jadi tangan ini harus ada yang dikerjakan. Kalau kerja gitu saya senang," ujar ibu satu anak ini.

Saminten mengaku tidak pernah bingung saat menjalani perannya sebagai ibu rumah tangga, guru, pedagang dan mahasiswi.

Saminten saat mengajar di playgroupSaminten saat mengajar di playgroup

"Saya enjoy saja. Dibuat enjoy senyaman mungkin," tegasnya.

Baca Juga: Nabung Rp10 Ribu Sehari, Penjual Cilok Asal Pasuruan Akhirnya Berangkat Haji

Jika ada tugas, Saminten mengaku memilih diskusi dengan teman sekelas. Kadang juga minta bantuan anak. Pasalnya sekarang semua dipermudah, bisa mengerjakan tugas lewat handphone.

Saminten pun saat ini tercatat sebagai salah satu pengajar di Playgroup Wijaya yang sudah ia jalani selama 9 tahun. Meski saat ini ada insentif dari pemda, menurutnya belum sepadan dengan pekerjaan yang dilakoninya. Sebab dirinya bekerja seperti guru formal yang juga mengerjakan laporan.

"Saya juga mohon kepada Pemda Ponorogo untuk kesejahteraannya lebih diperhatikan lagi," pungkas Saminten.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.