Jumat, 19 Jun 2026 10:48 WIB

Peringati Hari Pahlawan di Rumah Radio Bung Tomo, KWS Sindir Eri Cahyadi

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Selasa, 10 Nov 2020 14:30 WIB
Komunitas Wong Suroboyo (KWS) memperingati Hari Pahlawan di depan Rumah Radio Bung Tomo
Komunitas Wong Suroboyo (KWS) memperingati Hari Pahlawan di depan Rumah Radio Bung Tomo

jatimnow.com - Belasan pemuda yang tergabung dalam Komunitas Wong Suroboyo (KWS) memperingati Hari Pahlawan di depan Rumah Radio Bung Tomo di Jalan Mawar, Surabaya.

Aksi yang digelar Senin (9/11/2020) malam dengan menyalakan lilin itu sebagai tanda keprihatinan pada generasi milenial atas nasib Rumah Radio Bung Tomo, sekaligus memperingati Hari Pahlawan 10 November.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Koordinator KWS, Unang Setia mengungkapan, aksi itu digelar selain untuk memperingati Hari Pahlawan, juga sebagai bentuk kritik terhadap Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Menurutnya, meski saat ini Rumah Radio Bung Tomo telah dibangun dengan bangunan baru, tapi bangunan baru tersebut sudah tidak lagi memiliki nilai sejarah.

"Bangunan baru sudah tidak ada lagi nilai sejarahnya, itu yang kita kritik. Apalagi orang yang merobohkan bangunan bersejarah ini adalah orang yang akan memimpin di Surabaya. Itu yang tidak kita setujui," terangnya.

Unang menilai bahwa Eri Cahyadi menjadi salah satu orang yang bertanggungjawab atas hilangnya nilai sejarah Rumah Radio Bung Tomo itu.

"Dulu sebagai Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang. Kita tidak setuju jika Pak Eri menjadi wali kota," tegas Unang.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Di belakang kita ini bangunan cagar budaya, Rumah Radio Bung Tomo. Kalau tidak ada ini pasti tidak ada kemerdekaan di Surabaya. Tapi sekarang nasibnya hancur," jelasnya.

Dia menambahkan, rumah di belakang tersebut merupakan tempat yang paling bersejarah di Surabaya. Tempat seperti ini wajib dilindungi oleh pemerintah.

"Namun nyatanya saat 2016, bangunan rumah ini diratakan dan kita tahu Dinas Cipta Karya Tata Ruang Pemkot Surabaya saat itu dikepalai Pak Eri Cahyadi," tambahnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Komunitas Wong Suroboyo pun mempertanyakan kelayakan Eri sebagai calon wali kota.

"Apakah layak calon wali kota seperti ini maju dalam pemilihan wali kota Surabaya? Biar masyarakat yang menilai," tegasnya.

Aksi ditutup dengan berbaris membentuk huruf U melakukan doa bersama. Setelah itu menyanyikan lagu nasional Indonesia Raya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.