Jumat, 19 Jun 2026 08:29 WIB

Viral Jenazah Pasien Covid-19 Tanpa Bola Mata, Satgas: Itu Hoaks

Koordinator Satgas Penagamanan dan Penegakan Hukum Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto
Koordinator Satgas Penagamanan dan Penegakan Hukum Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto

jatimnow.com - Video pasien terkonfirmasi Covid-19 yang disebut dengan kondisi kedua bola matanya tidak ada menjadi viral di Instagram. Postingan itu telah dilihat 755,355 viewer.

"Jenazah pasien yang 'katanya' kena kopit di Probolinggo setelah dibuka ternyata kedua bola matanya sudah tidak ada, darah pun masih bercucuran (emoticon menangis). Petugas sempat melarang untuk melihat jenazah namun pihak keluarga memaksa karena yakin almarhumah tidak punya riwayat kontak dengan pasien kopit," tulis akun @teluuur yang dilihat redaksi, Jumat (6/11/2020).

Baca Juga: Heboh Video Penampakan Hantu di Rel Kereta Api Ketapang Probolinggo, Ini Faktanya

Koordinator Satgas Pengamanan dan Penegakan Hukum Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto mengatakan tidak benar kondisi jenazah seperti dalam video tersebut.

"Kabar itu tidak benar (hoaks) dan pihak keluarga sudah menyaksikan itu," tegasnya.

Ia menjelaskan, pasien yang terkonfirmasi Covid-19 adalah Ny Mahmudah (49), warga Desa Alas Tengah, Paiton, Kabupaten Probolinggo dengan riwayat penyakit stroke pendarahan.

Baca Juga: Panaskan Mesin Politik, Lima PAC PDIP Kota Probolinggo Resmi Dilantik

Ia dirawat di RSUD dr Muhamad Saleh Kota Probolinggo sejak 2 September dan meninggal pada 5 September 2020.

"Saat sebelum meninggal, tensinya itu tinggi sehingga memecah pembuluh darah di otak. Posisi pecahnya pembuluh darah di otak itu maka dengan sendirinya menimbulkan pendarahan. Bisa melalui mata, hidung dan telinga serta mulut. Itu yang terjadi," terangnya.

"Karena pasien positif, harus melalui protokol kesehatan. Karena di RSUD dr Muhammad Saleh, di peti itu ada yang berbeda dengan kabupaten. Kalau di kota rupanya jenazah tidak ada penahan kayu atau triplek untuk posisi miring. Kalau di kabupaten ada, jadi jika di ambulans ada goncangan maka tidak akan berubah," tambahnya.

Baca Juga: Antisipasi Perundungan, SMPN 5 Probolinggo Perketat Pengawasan Lewat CCTV

Ia memaklumi jika keluarga histeris. Namun Ugas mengatakan jika pihaknya akan melakukan penyelidikan.

"Saat ini ada beberapa pertimbangan. Kayaknya ini akan kita selidiki. Tadi sudah rapat bersama Pak Waka Polres kalau dibiarkan membahayakan. Apalagi keluarganya, saudaranya yang ikut memandikan itu karena ada pendarahan itu bisa memberikan kesaksian," paparnya sambil menyebut pihaknya juga akan melakukan tracing kepada keluarga pasien.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.