Rabu, 17 Jun 2026 04:26 WIB

Kisah Akbar, Remaja Pemulung yang Tak Pernah Lupa Bawa Alquran

Muhammad Gifari Akbar (16) di rumah keluarganya (Foto: Republika/Bayu Adji P)
Muhammad Gifari Akbar (16) di rumah keluarganya (Foto: Republika/Bayu Adji P)

jatimnow.com - Muhammad Gifari Akbar (16) adalah seorang pemulung yang viral karena fotonya membaca Alquran di Jalan Braga, Bandung, Jawa Barat. Ia mengaku tak pernah lupa membawa Alquran setiap keluar rumah. Ketika ada waktu luang, Akbar akan membaca Alquran.

Saat di Republika berkunjung ke rumahnya di Kampung Sodong, Kelurahan Muarasanding, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (5/11/2020), Akbar bercerita tetap menjaga pesan orang tuanya untuk selalu ingat sholat lima waktu dan mengaji.

Baca Juga: Video: Persatuan Tuna Netra Indonesia Tulungagung Gelar Tadarus Online

"Yang ngajarin bawa Quran terus itu Bapak. Dari kecil dikasih pesan kalau mau ke mana-mana jangan lupa sholat, ibadah lima waktu, sama ngaji dan zikir," katanya.

Akbar berasal dari keluarga sederhana di Kabupaten Garut. Ayahnya bekerja sebagai buruh bangunan. Sementara ibu kandungnya meninggalkannya sejak masih balita. Di Garut, Akbar tinggal bersama kakek dan neneknya.

Nenek Akbar, Uti (71) mengatakan, cucunya itu telah ditinggal oleh ibu kandungnya sejak masih berusia 8 bulan. Ketika itu, ibunya berkata hendak bekerja ke Arab Saudi. Namun, hingga saat ini kabar ibunya tak jelas.

Sementara ayah kandungnya menikah lagi. Akibatnya, ia tak betah di rumah dan tak melanjutkan sekolah. Setelahnya, Akbar selalu hidup di luar rumah dengan mengamen dan mengumpulkan barang rongsokan.

"Dia keluar awalnya mau nyari ibunya juga," kata Uti.

Menurut dia, Akbar sangat jarang berada di rumah. Remaja itu hanya kembali satu atau dua hari, setelahnya pergi lagi dari rumah hingga berbulan-bulan.

Baca Juga: Penutupan MTQ Jawa Timur, Kota Pasuruan Masuk Empat Besar

Meski tak hidup di rumah, Uti menilai, Akbar selalu ingat untuk beribadah. Sebab, sejak kecil anak itu sudah diajarkan untuk selalu sholat lima waktu dan mengaji.

"Memang dari dulu juga saya ajarin ngaji terus," kata dia.

Kini, akbar ditawari banyak orang untuk menimba ilmu di pesantren. Akbar mengaku sangat ingin mondok di pesantren karena ia memiliki niat untuk membangun pesantren pada masa tuanya mendatang. Keluarganya pun sudah mendukung. Apalagi, sudah sejak lama remaja itu putus sekolah.

"Niatnya mau pesantren, soalnya niat nanti kalau sudah tua masa depannya mau bangun pesantren. Mudah-mudahan tercapai," kata dia.

Baca Juga: Bikin Resah! Belasan Pemulung asal Jember Serbu Banyuwangi

 

Lihat Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.