Rabu, 17 Jun 2026 03:18 WIB

Dukung Presiden Jokowi, Muslimat NU Desak Presiden Prancis Minta Maaf

Ketua Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa di Kota Batu
Ketua Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa di Kota Batu

jatimnow.com - Muslimat Nahdalatul Ulama (NU) mengecam pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang sudah menyakiti perasaan umat muslim di seluruh dunia.

Muslimat NU menginginkan Macron mencabut pernyataannya dan meminta maaf kepada seluruh umat muslim di dunia. Keinginan itu merupakan salah satu rekomendasi hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Muslimat NU Tahun 2020.

Baca Juga: Sambut Bonus Demografi, Ini Langkah Muslimat NU Blitar

Ketua Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, seharusnya pimpinan negara tidak pantas mengungkapkan hal tersebut. Harusnya pemimpin bisa membangun kehidupan damai, saling menghargai dan menghormati.

"Kami sangat menyesalkan statement Presiden Prancis. Makanya salah satu rekomendasi dalam Rakernas dan Mukernas kami mendorong Presiden Prancis mencabut statement itu dan mengharuskan dia meminta maaf pada umat muslim di dunia," jelas Khofifah usai menutup Rakernas dan Mukernas Muslimat NU di Kota Batu, Minggu (1/11/2020).

Baca Juga: Fatayat NU Jombang Gelar Doa dan Shalawat Akbar untuk Keselamatan Bangsa

Gubernur Jawa Timur ini juga menambahkan, jangan sampai statement itu merusak apa yang sudah dibangun oleh para komunitas pimpinan dunia yang sudah berupaya menjaga kehidupan damai, adil dan penuh pemahaman komprehensif.

"Kami (Muslimat NU) juga sangat mendukung respon Presiden RI Joko Widodo yang ikut mengecam statment tersebut. Meski ada kebebasan berekspresi tapi tak sepatutnya eksperesi itu malah mencederai kehormatan, kesucian serta kesakralan nilai-nilai dan simbol agama. Itu harus dihentikan," tegasnya.

Baca Juga: Peran Muslimat NU di Mata Presiden Prabowo

Sebelumnya Macron menyebutkan tidak akan mencegah penerbitan kartun yang menghina Nabi Muhammad dengan dalih kebebasan berekspresi sehingga memicu kemarahan masyarakat di dunia muslim, salah satunya Indonesia.

Macron dianggap telah menghina umat Islam dan simbolnya setelah menyebut komunitas muslim di negaranya sebagai kelompok separatis.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.