Selasa, 09 Jun 2026 02:14 WIB

Pilkada Gresik 2020

Program Qosim-Alif Jadi Harapan Besar Para Pelaku UMKM

Calon Bupati Qosim saat melihat proses produksi salah satu UMKM di Gresik
Calon Bupati Qosim saat melihat proses produksi salah satu UMKM di Gresik

jatimnow.com - Untuk memulihkan ekonomi para pelaku UMKM akibat Pandemi Covid-19, Calon Bupati-Wakil Bupati Gresik, Qosim-Alif menggagas Kartu UMKM Bangkit. Dengan program itu diharapkan perekonomian yang telah dibangun pemerintahan saat ini semakin tumbuh.

Hal itu disampaikan Calon Bupati (Cabup) Gresik Qosim ketika menyapa warga di beberapa desa di Kecamatan Kedamean, Sabtu (31/10/2020) pagi. Dengan mengendarai motor, kehadiran Qosim disambut antusiasme warga.

Baca Juga: Kampung SIBA KLASIK Gresik Terapkan Kurban Minim Sampah

Dalam kunjungan ke Desa Cermen Lerek, Lampah, Tulung, Glindah, Mojowuku, Belahanrejo itu, Qosim berkesempatan menyapa dan berdialog dengan warga secara langsung. Qosim juga dengan sabar melayani permintaan foto bersama warga.

Saat di Desa Tulung, Qosim menjumpai fakta unik. Di desa yang cenderung terpencil itu terdapat UMKM yang memproduksi bantal guling dan kasur lipat yang mampu memenuhi permintaan antar pulau di Indonesia.

Bowo, adik dari pemilik UMKM Istana Bed menjelaskan, usaha yang digeluti kakaknya memproduksi bantal, guling bermerek Royal Brand, Canon, Pigeon, Paradise hingga Dream Land.

"Untuk kasur lipat kami ada merek Sahara dan Royal," jelas Bowo.

Bowo menambahkan, selain di Pulau Jawa, hasil produksi Istana Bed juga dikirim ke beberapa pulau di Indonesia seperti Kalimantan, Sumatera hingga Batam.

Baca Juga: JIIPE Peduli Bagikan Puluhan Hewan Kurban ke Masyarakat Gresik

Bowo dan karyawan Istana Bed mengaku senang dengan kedatangan Qosim. Mereka menyampaikan secara langsung apa yang diinginkan dalam kebijakan Qosim untuk mengembangkan taraf ekonomi mereka.

"Bagaimana produk kami bisa semakin diminati pasar dan bisa masuk ke pasar modern. Syukur-syukur bisa ekspor dan Pak Qosim siap membantu," sambung Bowo.

Sementara Qosim yang dalam Pilkada Gresik 2020 ini berpasangan dengan Dokter Alif berdialog langsung dengan karyawan Istana Bad yang mayoritas ibu-ibu.

Baca Juga: Gerai UMKM Segera Dibangun di Kawasan Gereja Merah Probolinggo

"UMKM padat karya seperti ini menjadi pilar ekonomi mikro. Tadi saya tanya, katanya meski di masa pandemi, namun tidak mengurangi permintaan. Jadi tetap bisa berkontribusi terhadap ekonomi masalah sekitar," jelas Qosim.

Dalam programnya, Qosim sudah mencanangkan bahwa UMKM seperti Istana Bed menjadi sektor usaha mikro yang akan dikembangkan.

"Pendampingan kualitas, standarnya, pendaftaran mereknya, akses pasarnya akan kami dampingi. Sehingga ekonomi mikro semakin kuat, karena ekonomi mikro seperti ini relatif tahan terhadap guncangan ekonomi," ungkap Qosim.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.