Jumat, 12 Jun 2026 13:36 WIB

Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan Tewasnya Suami di Pasuruan

  • Penulis : Moch Rois
  • | Sabtu, 31 Okt 2020 15:14 WIB
Proses evakuasi jenazah suami di Pasuruan yang tewas disebut karena bunuh diri
Proses evakuasi jenazah suami di Pasuruan yang tewas disebut karena bunuh diri

jatimnow.com - Satreskrim Polres Pasuruan Kota terus mendalami motif dugaan bunuh diri yang dilakukan Eko Setiyo Budi (34), warga Dusun Gunungan Desa/Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan.

Eko ditemukan tewas di dalam kamar rumahnya dengan luka bekas gorokan di leher dan tangan kirinya memegang pisau pada Kamis (29/10/2020).

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Menurut keterangan saksi-saksi korban diduga bunuh diri. Namun kami aparat kepolisian tentunya terus berupaya dan menggali keterangan-keterangan yang ada, baik itu istrinya atau dua temannya yang menginap saat itu serta tetangga-tetangganya. Dari situ kita dalami ketersesuaiannya. Apakah benar sesuai pengakuan si istri atau ini pembunuhan," jelas Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Arman, Sabtu (31/10/2020).

Menurut Arman, timnya menaruh curiga dengan luka gorok pada leher korban yang mengangah.

"Kita tidak serta merta percaya begitu saja. Dari hasil olah TKP, ada kejanggalan-kejanggalan yang menurut kami ini tidak benar jika itu perbuatan bunuh diri. Sehingga akan kita dalami terus dan insyAllah dalam waktu dekat akan kita beberkan," ujar Arman.

Baca juga:  Istri Temukan Suami Tewas dengan Luka Gorok, Polisi: Diduga Bunuh Diri

Baca Juga: Pria di Kediri Tiba-tiba Masuk Kolong Truk Pertamina, Depresi Ditinggal Ibu Meninggal

Arman menyebut kembali bila keterangan istri korban yang bernama Silvi Anggraeni itu menceritakan tepat menjelang azan Salat Subuh, Kamis (29/10/2020).

Saat itu Silvi membangunkan korban yang sedang tidur untuk mengajak pergi berjemaah ke masjid. Setelah pulang, Silvi pamit untuk tidur. Setelah terbangun, tanpa curiga sedikit pun Silvi ke dapur untuk bersih-bersih.

Silvi kemudian melihat suaminya tergeletak di kamar samping dapur. Silvi kemudian membangunkan dua teman laki-lakinya yang kebetulan saat itu menginap tidur di rumahnya, lalu keluar rumah dan berteriak minta tolong.

Baca Juga: Lagi, Mayat Pria Ditemukan di Bawah Jembatan Cangar

Silvi meyakini jika suaminya tewas bunuh diri dengan cara menggorokkan pisau di lehernya. Karena suaminya kerap berbincang jika dunia ini mau kiamat.

Korban juga dibilang pernah depresi satu tahun yang lalu dan berobat ke orang pintar atau dukun di Kabupaten Probolinggo. Namun setelah sempat sembuh, dua minggu sebelum tewas korban sempat depresi lagi.

"Saat ini istri dan dua temannya masih terus kita dalami keterangannya. Penyidik Polsek Nguling dan Satreskrim tidak berhenti mencari tahu hal tersebut," tandas Arman.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.