Selasa, 23 Jun 2026 03:16 WIB

Dorong Literasi Pembawa Optimisme, Festival Banyuwangi Menulis Digelar

Bupati Abdullah Azwar Anas meninjau gelaran Festival Banyuwangi Menulis
Bupati Abdullah Azwar Anas meninjau gelaran Festival Banyuwangi Menulis

jatimnow.com - Untuk membangun semangat literasi, Banyuwangi menggelar Festival Menulis 2020 yang diisi beragam acara. Bupati Abdullah Azwar Anas mendorong peningkatan literasi yang membawa semangat optimisme membangun masa depan.

Beragam event digelar sebagai rangkaian festival menulis ini. Di antaranya diklat online menulis, webinar tentang pentigraf (cerpen tiga paragraf) dan Putiba (pusisi tiga bait), lomba menulis Pentigraf dan Putiba, lomba vlog baca berita dan puisi hingga peluncuran karya buku.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, Pemkab Banyuwangi terus mendorong kualitas literasi warga sebagai salah satu cara peningkatan kualitas SDM. Dia berharap agar kemampuan literasi mampu merangsang semangat optimisme bagi masa depan dan kemajuan daerah.

"Banyuwangi kini telah banyak berubah. Berbagai prestasi dan kemajuan telah kita rasakan bersama sebagai hasil kerja keras dan gotong royong segenap elemen daerah. Maka kemajuan ini harus tetap diupayakan agar tidak mundur kembali. Salah satunya lewat aktivitas literasi yang mendorong optimisme," ujar Bupati Anas dalam acara yang digelar di Pendopo Sabha Swagata, Banyuwangi tersebut, Rabu (28/10/2020).

Menurutnya, literasi yang mendorong semangat optimisme tersebut harus disuntikkan kepada pelajar maupun segenap masyarakat agar semua aktivitas yang dilakukan mereka akan menghasilkan karya yang terbaik bagi dirinya, keluarga maupun lingkungan.

"Agar setiap orang di daerah semakin berdaya saing dan semangat untuk maju di berbagai bidang baik pendidikan, ekonomi, seni dan budaya dan lainnya," tambah Bupati Anas.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Suratno menjelaskan bahwa Festial Banyuwangi Menulis digelar dengan sejumlah rangkaian kegiatan sejak September 2020. Di antaranya Diklat Online Menulis TUKAR TUGU (satu karya satu guru) bekerjasama dengan KOMNAS Pendidikan JATIM dan MEDIAGURU.

"Kegiatan ini diikui oleh 288 peserta dari lintas profesi, baik guru, tenaga kesehatan, santri dan lainnya," tambah Suratno.

Juga ada webinar tentang Pentigraf dan Putiba bersama narasumber DR. Tengsoe Tjayono dari UNESA.

Baca Juga: Tak Kejar Laku, Penulis Buku Asal Malang Luncurkan 2 Buku demi Literasi Warga

"Kegiatan ini dirangkai dengan lomba menulis Pentigraf dan Putiba yang diikuti ratusan pelajar se kabupaten. Untuk Pentigraf bagi pelajar SMP sedangkan Putiba diikuti pelajar SD," terangnya.

Juga digelar lomba vlog membaca berita dan puisi yang diikuti ratusan pelajar hingga peluncuran puisi alumni DIKLAT menulis.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.