Sabtu, 20 Jun 2026 00:41 WIB

Polisi Pastikan Bocah di Jombang yang Tewas karena Dibunuh Temannya

Jenazah bocah di Jombang
Jenazah bocah di Jombang

jatimnow.com - Kematian Muhammad Alfian Rizky Pratama (12) bocah warga Desa Sambongdukuh, Kecamatan Jombang Kota, Kabupaten Jombang tidak murni tenggelam. Namun karena dibunuh oleh temannya sendiri.

Bocah yang masih duduk di bangku sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) ini ditemukan meninggal tenggelam di Wisata Kedung Cinet Desa Pojok Klitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, pada Rabu (21/10) lalu.

Baca Juga: Polres Madiun Ringkus Buron Pembunuhan Pemilik Warung di Saradan

Baca juga: Diduga Dibunuh, Jenazah Bocah SD di Jombang Dikeluarkan dari Makam

Korban sebelumnya diajak oleh AHR (16) dan AMA (17) ke Wisata Kedung Cinet. Polisi telah mengamankan satu pelaku yakni AHR (16) karena diduga melakukan pembunuhan kepada korban yang masih tetangga sendiri.

Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Christian Kosasih mengatakan makam korban dibongkar pada Jumat (23/10) karena saat visum ditemukan luka memar di kepala korban.

"Menurut saksi, korban tidak tenggelam melainkan dijorokin (didorong) dan diinjak-injak kepalanya sehingga tenggelam. Lalu pelaku pulang dan bilang ke orang tua korban kalau anaknya tenggelam," kata Kosasih, Sabtu (24/10/2020).

Baca Juga: Kasus Pembunuhan Mertua di Blitar, Ini Motifnya

Kosasih menambahkan, pihaknya masih menunggu hasil autopsi dari tim forensik Polda Jatim.

"Selanjutnya diklopkan dengan hasil visum. Hasil visum sementara ada luka memar di kepala korban," terangnya.

Motif pelaku tega menghabisi nyawa korban karena dendam. Korban tidak kunjung membayar hutang. Satreskrim Polres Jombang sudah menetapkan AHR sebagai tersangka dengan dijerat Pasal 340 KUHP.

Baca Juga: Menantu Perempuan Habisi Mertuanya di Blitar

"Korban pernah pinjam uang ke tersangka Rp 200 ribu untuk beli game online. Korban tidak bayar, terus dia (tersangka AHR) dendam dan dibawa ke Kedung Cinet," pungkasnya.

Sebelumnya, makam korban dibongkar polisi. Pembongkaran makam dilakukan Polda Jatim disaksikan perangkat desa setempat. Pembongkaran dilakukan atas permintaan keluarga korban karena curiga atas kematian korban.

"Pembongkaran makam ini atas permintaan keluarga korban karena curiga dengan kematian anaknya. Ini sudah dibikinkan surat pernyataan oleh Polsek Plandaan," kata Kepala Desa Sambongdukuh, Khoirur Rozikin, Jumat (23/10/2020).

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.