Kamis, 18 Jun 2026 14:34 WIB

Keren, Belasan Produk UMKM Ponorogo Sudah Masuk Pasar Modern

Belasan produk UMKM Ponorogo sudah masuk pasar modern
Belasan produk UMKM Ponorogo sudah masuk pasar modern

jatimnow.com - Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo untuk mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Salah satunya menjembatani produk-produk UMKM masuk ke pasar modern.

"Produk UMKM Ponorogo yang masuk ke pasar modern sudah melewati tahapan dari segi kualitas, produk dan pengemasan yang bagus," ujar Plt Bupati Ponorogo, Soedjarno, Jumat (23/10/2020).

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Bantu UMKM Mojo Urus Legalitas dan Go Digital

Soedjarno berharap dengan adanya kerjasama dengan toko modern ini, semua saling sama-sama memperhatikan, mendukung dan memberi semangat. Agar produk UMKM Ponorogo semakin dikenal masyarakat.

"Ini sudah era modern. Dengan adanya pasar yang menjangkau seluruh Indonesia diharapkan bisa mengembangkan produk UMKM," ungkapnya.

Menurutnya, saat ini pasar harus ke arah modern. Harus ada pola perubahan mengikuti era yang berjalan seperti sekarang.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Perdagkum) Kabupaten Ponorogo, Addin Andanawarih menyebut sudah ada 12 produk UMKM yang masuk pasar modern.

Addin merinci produk-produk itu seperti abon, cincau, roti bolu, stik ikan, stik janggelan, stik lele, coco mlinjo dan lainnya. Semua produk itu bahan bakunya juga semuanya ada di Ponorogo.

Baca Juga: Kisah Pelaku UMKM Ring Satu Melejit Berkat Program Lontar Petrokimia Gresik

"Sebenarnya ada 34 produk yang akan masuk. Namun baru 12 produk yang keluar izin halal. Sebab syarat utama di pasar modern ini harus ada izin halal," tambah Addin.

Addin mengaku masuknya produk ini tidak serta merta. Sebab sejak satu tahun terakhir, Perdagkum Ponorogo melakukan pelatihan, bantuan gerobak hingga bisa mendapat izin halal sekaligus masuk ke pasar modern.

"Tidak hanya produk makanan saja. Produk batik dan kerajinan juga bisa masuk," sambung Addin.

Selain itu, pemasaran juga dilakukan via online, sehingga jaringan nasional terus berkembang. Apalagi UMKM tercatat sebagai penyumbang Pertumbuhan Ekonomi Nasional (PEN).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Alhamdulillah sudah dipasarkan. InsyaAllah omzetnya selalu naik. Setiap minggu mengisi di gerai pasar modern," tandas Addin.

Manager Developer Wilayah Jatim Arfan Affandi menambahkan bahwa kerjasama dengan UMKM ini diharapkan bisa membantu perekonomian daerah.

"Kita bisa saling menguntungkan, bisa mensupport satu sama lain untuk bisa berkembang. Maju bersama di masa pandemi ini. Pembagian keuntungan full ke UMKM. Bgitu ada penjualan langsung untuk IKM. Indomaret hanya membantu pemasaran," pungkas Arfan.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.