Sabtu, 20 Jun 2026 20:25 WIB

Aksi Patriotik Tukang Becak Pengganti Bendera Rusak Panen Apresiasi

  • Penulis : Moch Rois
  • | Selasa, 20 Okt 2020 17:35 WIB
Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan (kiri) memberikan penghargaan kepada 5 tukang becak patriotik
Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan (kiri) memberikan penghargaan kepada 5 tukang becak patriotik

jatimnow.com - Aksi patriotik para tukang becak di Stasiun Bangil, Pasuruan yang patungan membeli bendera merah putih untuk mengganti bendera yang usang dan rusak mendapat apresiasi dari berbagai pihak.

Setelah Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan, beberapa jam kemudian Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan juga menemui para tukang becak tersebut untuk memberikan apresiasi dan penghargaan.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Saya mengapresiasi rasa nasionalisme dan patriotisme bapak-bapak penarik becak ini," jelas Dion-sapaan akrab Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan saat menghampiri kelima tukang becak di pangkalan becak Stasiun Bangil, Selasa (20/10/2020).

Baca juga:  Aksi Patriotik Tukang Becak di Pasuruan Patungan Ganti Bendera Rusak

Dalam percakapan dengan mereka, Dion mengatakan jika aksi mengganti bendera itu dilakukan karena para tukang becak tersebut karena merasa miris dengan kondisi bendera merah putih yang menggantung di tiang bendera jalan raya Surabaya-Probolinggo dalam kondisi usang dan rusak.

Sebagai bentuk apresiasi, Dion memberi bingkisan kepada kelima tukang becak tersebut.

"Bendera itu memang lapuk dan harus diganti. Dan bapak-bapak ini patungan menggantinya dari uang hasil mereka menarik becak. Ini bisa jadi contoh ke masyarakat. Sebagai warga biasa, tapi rasa nasionalisme dan kecintaannya terhadap bendera pusaka ini luar biasa," terang Dion.

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan memberikan apresiasi dan penghargaannya kepada lima tukang becak patriotikKetua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan memberikan apresiasi dan penghargaannya kepada lima tukang becak patriotik

Setelah pertemuan itu, Dion membawa bendera merah putih yang sudah usang dan rusak itu ke kantor DPRD.

Baca Juga: Heboh Video Penampakan Hantu di Rel Kereta Api Ketapang Probolinggo, Ini Faktanya

"Saya amankan supaya tidak dibuang di jalan," ucapnya.

Setelah beberapa jam kemudian, kelima tukang becak itu juga mendapat apresiasi dan penghargaan berupa bingkisan dari Kapolres Pasuruan, AKBP Rofiq Ripto Himawan.

"Sebagai dan mewakili negara, saya Kapolres Pasuruan sangat apresiatif dengan rasa nasionalisme dari bapak-bapak semua. Terus dipupuk dan ditularkan pada semua orang serta anak cucu akan rasa nasionalisme dan rasa cinta tanah air," ujar Rofiq saat menemui para tukang becak itu di pangkalan.

Mendapat apresiasi itu, Bambang Harianto (60), satu dari lima tukang becak yang viral itu merasa bersukur. Dia mengucapkan terima kasihnya kepada Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan dan Kapolres Pasuruan.

"Ya saya merasa terima kasih atas perhatiannya kepada orang-orang kecil seperti kami yang membetulkam bendera sang saka merah putih kita," tutur Bambang bersama 4 kawannya sesama penarik becak.

Baca Juga: Anggota DPRD Jember yang Main Game dan Merokok saat Rapat Minta Maaf: Saya Khilaf

Video berisi aksi para tukang becak mengganti bendera merah putih yang usang dan rusak di Jalan Raya Simpang Pegadaian, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan viral di media sosial (medsos).

Diketahui, untuk mengganti bendera yang rusak itu, kelima tukang becak iti mengaku patungan dari penghasilan pekerjaan mereka sebagai penarik becak.

"Ini kita urunan (patungan) pak. Kita beli bendera ini Rp 30 ribu. Kita tukang becak ini miris melihat bendera negara seperti itu," ujar Dowi (55), penarik becak di pangkalan Stasiun Bangil.

Adapaun nama kelima tukang becak di pangkalan becak Stasiun Bangil itu adalah Suroso (65), Timbul (54), Bambang Harianto (60), Dowi (55) dan Samsul atau Panjul (39).

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.