Rabu, 17 Jun 2026 10:21 WIB

Pilwali Pasuruan 2020

Wajib Rapid Test Bikin Pendaftaran KPPS di Kota Pasuruan Sepi Peminat

  • Penulis : Moch Rois
  • | Rabu, 14 Okt 2020 13:55 WIB
Kantor KPU Kota Pasuruan
Kantor KPU Kota Pasuruan

jatimnow.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pasuruan mendapat kendala dalam perekrutan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dalam penyelanggaran Pilwali Pasuruan 2020.

Salah satu pemicu sepinya peminat petugas KPPS yaitu masyarakat taku di-rapid test.

Baca Juga: Indosat Bekali UMKM Pasuruan Strategi Konten Viral dan Optimasi Produk

"Faktornya itu macam-macam. Tidak seluruhnya takut di-rapid test. Ini mantan-mantan KPPS kita dorong untuk ikut lagi. Memang ada beberapa yang tidak mau ikut karena faktor pekerjaan dan salah satunya ada yang bilang: waduh di-rapid test," jelas Ketua KPU Kota Pasuruan, Royce Dianasari, Rabu (14/10/2020).

Royce memaparkan tahapan pendaftaran KPPS sesuai jadwal ditutup Selasa (13/10/2020) kemarin. Dari hasil rekapitulasi di akhir masa pendaftaran, terdapat kekurangan sebanyak 1.000 pendaftar.

Padahal untuk gelaran Pilwali Pasuruan 2020 ini, KPU memerlukan 3.213 orang KPPS untuk mengisi 357 TPS yang tersebar di empat kecamatan Kota Pasuruan. Untuk menindaklanjuti kekurangan itu, KPU memperpanjang masa pendaftaran selama lima hari ke depan.

"Ada masa perpanjangan pendaftaran selama lima hari," terangnya.

Baca Juga: KPU dan PFI Surabaya Resmikan Pameran Foto dan Karikatur Pilkada Serentak 2024

Perkembangan saat ini, Royce menyebut bahwa beberapa orang sudah memanfaatkan waktu perpanjangan lima hari ini untuk mendaftar.

"Data kita bergerak. Memang belum kita rekap. Tapi ini sudah masuk sekitar separuh (hasil rekapan pendaftaran hari ini)," bebernya.

Royce mengimbau agar masyarakat tidak takut di-rapid test untuk mendaftar menjadi KPPS. Sebab itu adalah ikhtiar agar gelaran Pilwali Pasuruan 2020 tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

Baca Juga: Diduga Terjadi Kecurangan, TPS 004 Batu Ampar Sumenep Bakal Gelar PSU

"Kita terus mendorong masyarakat. Kan belum tentu juga reaktif. Kalau pun reaktif rapid kan belum tentu positif. Makanya itu KPU punya syarat baru yaitu umur pendaftar minimal 20 sampai 50 tahun. Harapannya dari umur tersebut kita dapatkan kesehatannya yang terkofirmasi baik," tandasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.