Minggu, 14 Jun 2026 15:15 WIB

Tak Bermasker, Pria di Surabaya ini Diamankan Satpol PP Bak Pencuri

Tangkapan layar video penindakan yang diterima Subandi dari tim gabungan
Tangkapan layar video penindakan yang diterima Subandi dari tim gabungan

jatimnow.com - Sebuah video tentang penindakan pelanggar protokol kesehatan (prokes) yang dilakukan tim gabungan Surabaya menjadi viral di WhatsApp, Sabtu (10/10/2020) malam.

Dari video berdurasi 1,36 menit itu, terlihat puluhan petugas Satpol PP dan Linmas mengerumuni dan membentak-bentak seorang pria berambut sebahu, berkaus hitam yang hanya mengenakan masker di dagunya.

Baca Juga: Heboh Video Penampakan Hantu di Rel Kereta Api Ketapang Probolinggo, Ini Faktanya

"Ikuti aturan Surabaya, ikuti aturan sini. Itu aturan pemerintah," teriak petugas yang mengenakan Satpol-PP kepada pria tersebut saat dilihat jatimnow.com.

Namun, bentakan tersebut dijawab oleh seorang perempuan yang mengenakan daster berwana kuning dan bermasker yang saat itu menghalang-halangi Satpol-PP yang berusaha akan membawa pria tersebut.

"Jangan main kasar gitu pak, jangan teriak-teriak nggak etis pak. Oke kalau itu aturan tapi jangan main kasar," jawab perempuan tersebut.

Setelah dibentak, pria tersebut keluar dari halaman teras yang digunakan untuk usaha depo air isi ulang. Tak lama kemudian petugas Satpol PP yang ada di luar langsung menarik untuk membawanya menuju ke mobil boks.

"Saya ini sedang kerja, siapa yang jaga (depo) ini pak," kata pria tersebut dengan suara lirih kepada petugas Satpol PP.

Namun, jawaban pria tersebut tak memberhentikan tindakan petugas Satpol PP. Pria tersebut malah mendapatkan perlakuan bak seperti bandit jalanan. Pria yang diketahui pegawai depo air isi ulang itu malah dipiting hingga dibanting ke dalam mobil boks Satpol-PP.

Apakah peristiwa tersebut terjadi di Surabaya?

Dari penelusuran terkait video viral tersebut, wartawan jatimnow.com mewawancarai seorang yang mendapatkan perlakuan tidak mengenakkan oleh petugas gabungan tersebut.

Peristiwa tersebut dialami Subandi (38) warga Jojoran, Surabaya. Ia menceritakan jika peristiwa yang dialaminya itu terjadi pada Sabtu (10/10) sekitar pukul 10.00 Wib di depo isi ulang tempat dia bekerja di Jalan Karang Menjangan.

Baca Juga: Anggota DPRD Jember yang Main Game dan Merokok saat Rapat Minta Maaf: Saya Khilaf

"Iya itu saya saat ditindak karena tidak mengenakan masker. Saat itu saya di teras depo isi ulang tempat saya bekerja," ujar Subandi.

Ia mengakui jika saat itu dia tidak sedang mengenakan masker karena sedang kecapaian usai mengangkat puluhan galon. Para petugas Satpol-PP, Linmas dan polisi sekitar dua mobil sedang berkeliling langsung menghampirinya.

"Saat itu saya memang bawa masker tapi tidak saya pakai karena habis mengangkat puluhan galon istilahnya supaya bisa bernafas lega lah," jelasnya.

Ia kemudia dihampiri. Tiba-tiba petugas tersebut menyerbunya dan langsung meminta kartu identitasnya.

"Tiba-tiba saya dibentak dan dimintai KTP, setelah itu saya bilang kalau tidak membawa. Dan saya langsung di tarik diajak masuk ke mobil," ungkapnya.

Alasan dia tidak mau diajak karena sedang mempunyai kewajiban untuk menjaga depo air isi ulang yang pada saat itu masih banyak pelanggan yang sedang mengisi air.

Baca Juga: Sopir Angkutan Pelaku Intimidasi Turis Asal China di Probolinggo Minta Maaf

"Pada saat itu memang saya sedang bekerja shif pagi. Jika saya tiba-tiba ikut tidak izin dulu saya takut dimarahin bos dan bisa-bisa dipecat," bebernya.

Subandi mengaku meski pekerjaannya serabutan dan mendapatkan gaji yang tak seberapa dari depo air isi ulang tersebut tapi dia berusaha menikmati untuk mencari rezeki yang halal demi menghidupi keluarganya.

"Saya tidak ingin dipecat, kerja saya ini istilahnya dapat uang hari ini ya habis untuk dimakan hari itu juga. Belum lagi saya harus nanggung biaya kehidupan dan sekolah 3 adik saya," ujarnya.

Sementara itu, Kasatpol PP Surabaya Eddy Cristijanto saat dikonfirmasi jatimnow.com pada Minggu (11/10) pada pukul 15.46 wib melalui WhatsApp belum merespon.

Subandi saat ditemui reporter jatimnow.com

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.