Senin, 15 Jun 2026 23:07 WIB

Kemenpora Ajak Generasi Milenial Lawan Paham Radikal

  • Penulis :
  • | Rabu, 23 Mei 2018 14:34 WIB
Gedung kementerian Pemuda dan Olahraga/net
Gedung kementerian Pemuda dan Olahraga/net

Baca Juga: Muazin Musala di Tulungagung Ditangkap Tim Densus 88, Begini Kata Warga

jatimnow.com - Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga Asrorun Niam Sholeh, mengajak para pemuda di Indonesia bangkit melawan terorisme dan radikalisme.
 
Hal ini menyusul munculnya aksi terorisme yang terjadi di sejumlah tempat di Indonesia belakangan ini.
 
"Salah satu caranya dengan memperkuat pemahaman keagamaan moderat di kalangan pemuda dan mahasiswa. Mahasiswa perlu dibidik mengingat mereka yang mudah terkena paham radikal cukup banyak akibat kondisi yang labil," ujar Asrorum Ni'am melalui rilis yang diterima jatimnow.com, Rabu (23/5/2018).
 
Ketua KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) periode 2014-2017 ini menjelaskan, berdasarkan data yang dihimpun pada 2016 dari BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme), sekitar 16,4 persen pelaku tindak terorisme berlatar belakang mahasiswa.
 
"Ini usia kita banget dan jadi PR kita bersama. Pendekatan penanganan kasus terorisme terhadap usia muda tidak cukup dengan pendekatan punitif, penghukuman atau pembalasan, tapi bagaimana langkah restoratif dan pemulihan, penyadaran dilakukan," tegasnya.
 
Menurutnya, mahasiswa rentan terkena paham radikal karena kondisinya labil yang sedang mencari jati diri. Mereka yang haus masalah keagamaan, rentan salah cari teman dan guru untuk menimba ilmu. 
 
"Jika mendapat guru yang salah selama membimbingnya, itu bisa berbahaya lantaran dari situlah doktrin radikalisme bersemai. Jadi perlu penguatan pemahaman keagamaan yang moderat di kalangan mereka," imbuh mantan aktifis mahasiswa 98 ini.
 
Untuk itulah, pihaknya akan konsen untuk menanggulangi agar paham radikal tak bersemai di kalangan pemuda Indonesia. Hal itu bisa dilakukan dengan cara pendidikan bela negara melalui apel kebangsaan dan kemah pemuda. 
 
"Wawasan kebangsaan dan pendidikan bela negara perlu dikuatkan di kalangan pemuda seiring semakin longgarnya semangat kebangsaan akibat perubahan sosial yang begitu cepat," katanya. 
 
"Ini menjawab dua masalah sekaligus, radikalisme dan liberalisme di kalangan muda. Akan tetapi, polanya harus dikemas dengan kekinian, sesuai dengan tren generasi millenial," terangnya.
 
Dosen Pascasarjana UIN Jakarta ini menambahkan, Kemenpora siap memberikan dukungan fasilitasi kegiatan yang dilakukan organisasi kepemuda (OKP) untuk menumbuhkembangkan pemahaman keagamaan yang moderat. 
 
"Organisasi kepemudaan perlu hadir untuk memenuhi kebutuhan akan dahaga para pemuda dalam hal keagamaan. Perlu sajian menu keagamaan yang sesuai kebutuhan riil mereka, tapi dengan mengarusutamakan wasathiyyah," jelasnya.
 
Reporter: Jajeli Rois
Editor: Erwin Yohanes
Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.