Rabu, 22 Jul 2026 12:37 WIB

Muazin Musala di Tulungagung Ditangkap Tim Densus 88, Begini Kata Warga

Ilustrasi
Ilustrasi

jatimnow.com - ES warga Desa Boro, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung ditangkap tim Densus 88 Antiteror. Pria berusia 41 tahun itu diduga terkait jaringan teroris yang tergabung dalam organisasi teroris Al Qaedah.

Selama ini ES dikenal ramah terhadap warga sekitar. ES juga aktif berkegiatan di masyarakat dan menjadi muazin di sebuah musala.

Baca Juga: Densus 88 Amankan 3 Orang Terduga Teroris di Kota Batu

Kapolres Tulungagung, AKBP Eko Hartanto membenarkan penangkapan yang dilakukan oleh tim Densus 88 Antiteror. Penangkapan dilakukan Minggu (4/6/2023) siang sekitar pukul 11.30 WIB.

Dijelaska, pihaknya juga dilibatkan dalam proses pengamanan saat penangkapan ini. Setelah dilakukan penangkapan Tim Densus 88 langsung membawa ES pergi.

"Ya benar tadi siang Densus 88 menangkap terduga teroris di Desa Boro. Pada saat penangkapan kami juga membantu pengamanan," ujar Eko Hartanto.

Salah seorang warga, Bambang Haryono menuturkan ES ditangkap saat sedang perjalanan ke musala untuk mengumandangkan azan zuhur.

Baca Juga: Dari Cikeas Bogor, Napiter Asal Gresik dan Malang Dipindah ke Kediri

Warga sama sekali tidak mengira bahwa ES terlibat dalam jaringan organisasi teroris. Hal ini dikarenakan pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang strum aki ini dikenal sebagai pribadi yang ramah dan aktif dalam kegiatan masyarakat.

"Keluarganya juga tidak tertutup. Bahkan ketika dia berada di luar rumah, dia selalu menyapa warga," tuturnya.

Terkait masalah agama, ES juga terlihat fleksibel dan tidak membedakan golongan. Bahkan ES juga berperan aktif menghidupkan jemaah di musala.

Baca Juga: Hari Ini Napiter JAD Bebas Murni Tanpa Remisi dari Lapas Tulungagung

Disinggung apakah ES pernah keluar negeri, Bambang mengaku bahwa ES pernah bercerita soal keberangkatanya di luar negeri. Tetapi, satu tahun kemudian dia pulang, karena sakit.

"Dulu dia cerita ke saya pernah ke Korea untuk bekerja. Tapi karena sakit, terpaksa dia pulang ke rumah," pungkasnya.

Berdasarkan informasi yang didapat, ES diketahui pada 2014 lalu berangkat ke Yaman bersama empat rekannya. ES diduga terlibat dalam jaringan teroris Al Qaedah.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.