Selasa, 16 Jun 2026 17:35 WIB

20 Persen Armada Bus Tak Layak Jalan 'Dipaksa' Beroperasi di Ponorogo

Petugas saat melakukan pemeriksaan.
Petugas saat melakukan pemeriksaan.

jatimnow.com - Tim gabungan yang terdiri dari Sat Lantas Polres Ponorogo, Dinas Perhubungan Ponorogo dan Kementerian Perhubungan melakukan uji kelayakan armada bus di terminal tipe A Seloaji, Rabu (23/5/2018) pagi.

Uji kelayakan kali ini dilakukan pada semua bus antar kota antar provinsi (AKAP) maupun antar kota dalam provinsi (AKDP).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Dari uji kelayakan kali ini ditemukan banyak bus tak layak jalan. Seperti ban vulkanisir yang masih saja terpasang di bus AKDP. Dan itu hampir di semua bus memakai ban vulkanisir tersebut.

"Terus terang di Terminal Seloaji armadanya banyak yang tidak layak. Apalagi yang bus jurusan pendek. Seperti Ponorogo-Madiun," kata Kepala Terminal tipe A Seloaji Ponorogo, Suyatno, Rabu (23/5/2018).

Ia membeberkan data, dari 90 bus secara keseluruhan, setidaknya 20 persen tak layak. Namun dipaksakan untuk jalan.

"Kalau tidak dipaksakan, jelas kita kekurangan. Orang 90 armada yang sekarang aja kurang," tambahnya.

Baca Juga: Satreskrim Polres Ponorogo Ungkap kasus Curanmor, Dua Warga Brebes Ditangkap

Sementara, dari 20 persen dari data yang tak layak ada satu bus yang dikandangkan. "PO Cendana jurusan Ponorogo-Madiun kami Kandangkan," kata KBO Sat Lantas Polres Ponorogo, IPTU Yudhi Kristiawan.

Ia mengaku, tidak hanya tidak layak, bus Cendana yang dikandangkan karena antara nomor fisik dan surat-surat tidak sama.

"Ada satu yang tidak layak. Kami kandangkan juga karena surat-suratnya tidak sama. Bisa indikasi kendaraan bodong. Makanya kami kandangkan," urainya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Ia menjelaskan, surat yang dibawa yakni surat bus yang sudah tidak beroperasi. "Jika dijalan kan kalau tidak teliti pasti lolos. Kalau dicek di terminal bisa lebih teliti," pungkasnya.

Reporter: Mita Kusuma
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.