Kamis, 18 Jun 2026 19:50 WIB

Sebut Kapolres Arogan, Kasat Sabhara Polres Blitar Mundur dari Polri

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Kamis, 01 Okt 2020 16:15 WIB
Kasat Sabhara Polres Blitar AKP Agus Hendro Tri Susetyo di Mapolda Jatim
Kasat Sabhara Polres Blitar AKP Agus Hendro Tri Susetyo di Mapolda Jatim

jatimnow.com - Kasat Sabhara Polres Blitar AKP Agus Hendro Tri Susetyo mengajuakan pengunduran dirinya dari Polri melalui Polda Jatim, Kamis (1/10/2020).

Agus mundur lantaran kecewa dengan sikap Kapolres Blitar, AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetyo yang disebutnya kerap berbuat arogan, baik terhadap dirinya maupun anggotanya.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Tak hanya pengunduruan secara lisan, Agus juga datang ke Mapolda Jatim dengan membawa surat pengunduran dirinya, ditujukan ke Kapolda Jatim dengan tembusan ke Kapolri.

"Alasan saya mengundurkan diri karena saya tidak terima. Hati saya tidak bisa menerima selaku manusia dengan arogansi kapolres saya. Sebenarnya saya ini sudah akumulasi dari senior saya. Akumulasi kasat yang lain," ujar Agus kepada wartawan di Mapolda Jatim.

"Jadi saya datang ke sini (Polda Jatim) sengaja mengirim surat pengunduran diri saya sebagai anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia. Hari ini saya resmi mengundurkan diri kepada Bapak Kapolda, nanti tembusannya Bapak Kapolri dan lain-lain. Hari ini sudah saya ajukan tinggal tunggu proses lebih lanjut," tambahnya.

Agus juga mengakui dalam bertugas memang setiap anggota polisi tidak selalu sempurna. Namun, dia tidak terima dengan setiap umpatan kasar yang dilontarkan kepadanya dan anggota lain. Sebab menurutnya, setiap manusia mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

"Setiap beliau marah, ada yang tidak cocok itu maki-makian kasar yang diucapkan. Mohon maaf, kadang sampai menyebut binatang, bajingan dan lain-lain. Yang terakhir, sama saya sebenarnya tidak separah itu. Hanya mengatakan bencong, tidak berguna, banci, lemah dan lain-lain," jelasnya.

"Ini yang hingga membuat saya kecewa dan memutuskan untuk mengundurkan diri dari anggota kepolisian. Dan datang ke sini (Polda Jatim) membawa surat pengunduran saya," lanjut Agus.

Dia juga menuturkan, jika perlakuan atau sikap Kapolresnya itu tidak mencerminkan perilaku polisi sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Bahkan, katanya, Kapolres sering mencopot jabatan seorang anggota jika ada yang melakukan kesalahan, tanpa dilakukan pembinaan.

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

"Dari Kapolres tidak ada arahan apapun. Tapi jika tidak benar langsung seperti itu. Sebenernya kan kalau salah dibina, bukan dimaki terus-terusan. Kadang main copot jabatan. Emangnya kalau copot orang itu bisa lebih baik. Belum tentu kan," tegasnya.

Padahal, dia dan anggota lainnya setiap hari berusaha bekerja semaksimal mungkin, baik itu di instansinya sendiri dan masyarakat. Namun malah mendapat perlakuan arogansi.

"Yang jelas, hati saya sudah tidak bisa menerima. Karena ada tekanan seperti ini (tekanan psikis). Kita sudah sama-sama bekerja setiap hari siang dan malam demi masyarakat. Juga bekerja sama-sama dalam memutus mata rantai Covid-19," tandas Agus.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.