Senin, 15 Jun 2026 20:51 WIB

Pandemi Covid-19

Aktivis Antimasker Banyuwangi Jemput Paksa Jenazah Pasien dari RS

  • Penulis :
  • | Senin, 28 Sep 2020 20:22 WIB
Aktivis Antimasker, Yunus Wahyudi saat berada di RSUD Genteng, Banyuwangi
Aktivis Antimasker, Yunus Wahyudi saat berada di RSUD Genteng, Banyuwangi

jatimnow.com - Aktivis Antimasker, Yunus Wahyudi menjemput paksa jenazah salah satu pasien dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Genteng, Banyuwangi, Senin (28/9/2020).

Yunus dan keluarga pasien tidak bersedia jenazah pasien itu dimakamkan dengan protokol Covid-19.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Yunus mengatakan, sebelum meninggal, pasien itu punya riwayat pernah dirawat di RSU dr Soetomo, Surabaya akibat komplikasi, mulai ginjal hingga penyakit lain. Sejak itulah sang pasien sering keluar masuk rumah sakit untuk melakukan pengobatan.

Yunus menambahkan, pasien yang meninggal itu bernama Sudarmi (50), warga Dusun Krajan, Desa Purwoharjo, Kecamatan Purwoharjo.

"Almarhum punya riwayat sakit gagal ginjal dan komplikasi penyakit lain. Bukan terjangkit Virus Corona," terang Yunus.

Baca juga:  Viral Video Pria Sebut Covid-19 di Banyuwangi Bohong

"Pokoknya atas nama keluarga dan saya, jenazah almarhum saya ambil. Ini karena sakit gagal ginjal bukan kena Virus Corona," teriak Yunus di RSUD Genteng.

Sementara Ahmad Mistohadi (61), suami sang pasien juga tidak bersedia bila istrinya dimakamkan dengan protokol Covid-19.

"Saya tidak menghendaki jika istri saya dimakamkan secara protokol Covid-19. Karena keluarga dan tetangga saya akan diisolasi dan dikucilkan oleh warga di dusun saya," tegasnya.

Baca Juga: Wisata Medis Malaysia Kian Diminati, 20 RS Hadir di Surabaya

Sebelumnya Sudarmi dirawat di Klinik Al-Hana. Karena kondisinya kritis, Sudarmi dibawa ke RSUD Genteng. Saat menjalani perawatan di UGD, dia dinyatakan meninggal dunia.

Terpisah Humas RSUD Genteng, dr. Sugio Sastro menjelaskan bahwa pasien atas nama Sudarmi dirujuk dalam kondisi kritis.

"Pasien kondisinya kritis saat di UGD. Kemudian kita lakukan swab. Pasien meninggal di ruang UGD," terang Sugio melalui pesan singkat saat dikonfirmasi.

"Tadi kita sampaikan untuk dilakukan (pemakaman) secara standar kesehatan meskipun tidak secara protokol Covid-19," ungkapnya.

Baca Juga: Kebakaran RSUD dr Soetomo Surabaya, 1 Pasien Dilaporkan Tewas

Dia menyebut mekanisme itu diterapkan rumah sakit karena masih masa Pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan sekaligus Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Banyuwangi, dr Wiji Lestariono belum menjelaskan terkait kasus tersebut.

 

Reporter: Rony Subhan

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.