Sabtu, 20 Jun 2026 18:25 WIB

Pandemi Covid-19

Keren, Siswa di Banyuwangi Bantu 1300 Teman Kurang Mampu

  • Penulis :
  • | Senin, 28 Sep 2020 16:54 WIB
Gerakan Siswa Asuh Sebaya (SAS) di Banyuwangi
Gerakan Siswa Asuh Sebaya (SAS) di Banyuwangi

jatimnow.com - Program membangun solidaritas antar pelajar Siswa Asuh Sebaya (SAS) di Banyuwangi terus berjalan di tengah Pandemi Covid-19. Sederet bantuan disalurkan kepada 1.300 siswa kurang mampu.

Meski pembelajaran tatap muka belum dimulai, gerakan ini kembali menyalurkan bantuan senilai Rp 370 juta untuk 1.300 pelajar dari 33 SD dan 9 SMP, untuk menopang pendidikan mereka. Bantuan berupa beasiswa, alat dan modul pembelajaran, handphone dan pulsa internet.

Baca Juga: STB Gandeng Muhammadiyah Jatim, 500 Siswa Bakal Belajar ke Singapura

SAS merupakan gerakan membangun kepedulian antar pelajar di Banyuwangi. Pengelolaannya dilakukan dari siswa, oleh siswa dan untuk siswa di sekolah tersebut.

Sejak pertama kali diluncurkan pada 2011 hingga saat ini, program SAS telah menyalurkan dana hingga Rp 19,1 miliar untuk membantu pendidikan ribuan anak di Bumi Blambangan.

"Sebenarnya bukan pada nilainya. Yang terpenting justru bagaimana kita menumbuhkan rasa peduli sesama sejak usia pelajar. Sehingga kita semua berharap para pelajar kelak menjadi generasi yang welas asih, suka menolong. Sehingga masyarakat kita menjadi semakin guyub," ujar Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Senin (28/9/2020).

Gerakan Siswa Asuh Sebaya (SAS) di BanyuwangiGerakan Siswa Asuh Sebaya (SAS) di Banyuwangi

Menurut Bupati Anas, bantuan SAS ini diberikan kepada siswa yang membutuhkan tanpa prosedur yang berbelit. Siswa yang mampu menyisihkan uang jajannya, dikumpulkan bersama, lalu diberikan kepada temannya yang butuh.

"Ada yang menyumbang Rp 1.000, Rp 2.000, Rp 5.000, semua sukarela. Ini cara kami untuk membangun kepedulian dan empati antar siswa. Sebagai modal sosial di antara generasi muda di Banyuwangi. Program ini juga memberikan penanaman pendidikan karakter sejak dini bagi anak," jelasnya.

Baca Juga: Ujian Kelulusan Unik, Siswa SMP Labschool Unesa 3 Pamerkan Karya Inovatif

Khusus di masa pandemi ini, lanjut Bupati Anas, bantuan tetap diberikan kepada siswa yang membutuhkan. Karena meski tidak sekolah, siswa tetap melaksanakan pembelajaran walaupun secara daring.

"Seperti saat ini, ada siswa yang kesulitan membeli kuota internet atau tidak memiliki handphone untuk pembelajaran online. Dibelikan dari dana ini agar kegiatan belajar mereka berjalan lancar," ungkap Bupati Anas.

Sejak diluncurkan, program ini diikuti oleh seluruh sekolah di Banyuwangi mulai tingkat SD, SMP sampai SMA dengan jumlah 911 sekolah. Sasaran penerimanya juga melebar. Bukan tak hanya teman satu sekolah, tapi juga menyasar siswa sekolah lain yang membutuhkan.

Sementara Plt. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno menambahkan, SAS menjadi pelengkap program intervensi kebijakan pendidikan pemkab lainnya.

Baca Juga: Tulungagung Deklasikan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 Bebas Titipan

"Jadi semua saling menopang. Pemkab Banyuwangi memiliki program bantuan uang saku dan transportasi untuk pelajar, tabungan pelajar kurang mampu, beasiswa kuliah Banyuwangi Cerdas hingga pengangkatan anak putus sekolah," ujar Suratno.

"Berkat program-program yang kita geber, angka putus sekolah di Banyuwangi dari tahun ke tahun terus menurun," pungkasnya.

 

Reporter: Rony Subhan

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.