Jumat, 19 Jun 2026 02:30 WIB

Update

Mengaku Kerasukan Arwah Minta Disucikan, Makam di Mojokerto Dibongkar

Sisa APD yang dibakar di lokasi makam
Sisa APD yang dibakar di lokasi makam

jatimnow.com - Sebuah makam yang terletak di Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto dibongkar oleh pihak keluarga, Selasa (23/9) malam.

Makam yang dibongkar itu adalah kuburan almarhum berinisial DRM warga desa setempat. Ia dimakamkan sekitar 14 hari lalu dengan menggunakan protokol Covid-19.

Baca Juga: Anjing Unit K-9 Polda Jatim Bantu Ungkap Identitas Korban Mutilasi Mojokerto

Salah satu warga setempat berinisial DA mengatakan jika almarhum dimakamkan dengan Protokol Covid-19 setelah meninggal di RSI Sakinah, Sooko, Kabupaten Mojokerto.

"Hasil swab keluar 3 hari setelah almarhum dimakamkan dan hasilnya negatif," kata DA kepada jatimnow.com, Jumat (25/9/2020).

Pantauan jatimnow.com di lokasi tempat pemakaman umum, terdapat sisa alat pelindung diri (APD) berupa penutup muka (faceshild) yang dibakar.

Menurut DA, makam DRM dibongkar karena ada beberapa keluarga mengalami kerasukan yang diduga arwah almarhum.

"Keluarganya banyak yang kerasukan almarhum, mintanya dimandikan lagi atau disucikan. Yang gali dari pihak keluarga, lalu disucikan dan dikuburkan lagi," ungkapnya.

Masih kata DA, tadi malam saat pembongkaran makam, pihak kepolisian terlambat datang ke lokasi setelah jenazah dikuburkan.

Baca Juga: Polisi Amankan 3 Pemuda di Mojokerto Diduga akan Pesta Sabu saat Patroli Malam

"Dinas kesehatan tidak ada, pihak kepolisian datang udah terlambat dan sudah dikubur lagi," tandasnya.

Sementara itu, Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander membenarkan peristiwa pembongkaran makam itu. Pihaknya telah menunjuk tim untuk mendalami kejadian tersebut.

Menurutnya, makam DRM dibongkar karena keluarga sering kerasukan.

"Cerita pihak keluarga seperti itu," jelas mantan Kapolres Pasuruan Kota ini.

Baca Juga: 732 Tumpeng Meriahkan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto

Dony menambahkan makam almarhum yang dibongkar hasil dari rapid test menunjukkan reaktif dan dilakukan tes swab.

"Setelah swab, pasien meninggal dunia. Hasil swab keluar tiga hari setelahnya, hasilnya negatif Covid-19," ungkap Dony.

Alumni Akpol 2000 ini menyebut, guna mencegah klaster baru dari pembongkaran makam, 6 orang dari keluarga almarhum yang ikut dalam pembongkaran makam dilakukan tes swab.

"Tiga orang hasilnya negatif, kami menunggu hasil swab tiga orang lainnya," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.