Minggu, 21 Jun 2026 13:06 WIB

Polda Jatim Bongkar Jaringan Pemeras Berkedok Jasa Pengamanan Truk

Para tersangka jaringan pemerasan berkedok pengamanan jasa angkut
Para tersangka jaringan pemerasan berkedok pengamanan jasa angkut

jatimnow.com - Tim Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim berhasil meringkus enam punggawa komplotan pemeras atau pemalak kelas kakap yang menyasar perusahaan jasa angkutan, Senin (21/5/2018).

Tak tanggung-tanggung, komplotan tersebut meminta jatah setoran perbulan 3 hingga 5 juta rupiah.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Jual Beli OTP Ilegal, Untung Hingga Rp1,2 Miliar

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, enam orang pemalak yang menamakan kelompoknya Sakram itu diketuai Imam dan beranggotakan lima orang, yaitu Bejo, Kopral, BB, BS dan DWW.

"Mereka biasanya beroperasi di jalanan lintas provinsi pantai utara (Pantura) dan sekitarnya. Kelompok Sakram itu salah satu dari sepuluh kelompok yang ada di Jatim, dan mereka sudah beraksi sejak lima tahun lalu," kata Barung Mangera di Markas Polda Jatim, Surabaya, Senin (21/5/2018).

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum, AKBP Juda Nusa Putra menjelaskan, dalam beraksi kelompok itu meminta setoran uang bulanan, jika tidak diberikan ia mengancam akan mencelakai.

"Biasanya menghubungi perusahaan angkutan barang dan jasa, dimintai 3-5 juta rupiah perbulan. Bila tidak mau, truk-truk perusahaan target akan dicelakai di tengah jalan," kata Juda.

Saat mengamankan mereka, tambahnya, pihak kepolisian mengamankan barang bukti ATM, buku tabungan, puluhan. Handphone dan striker bertuliskan Sarkam.

Baca Juga: Polda Jatim Ringkus 11 Tersangka Sindikat Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil

"Striker itu untuk menandai setiap kendaraan yang sudah menyetor, puluhan handphone untuk menghubungi perusahaan dan buku dan ATM itu untuk pengumpulan hasil pemerasan," terang Juda.

Ia mengatakan, pemalak Sarkam beraksi di tempat tongkrongan ataupun di titik-titik jalan pantai utara.

"Mereka melihat jika kendaraan itu tidak ada stiker Sarkam akan dipalak di tengah jalan. Jika sopirnya tidak memberi uang Rp 100 ribu atau diatasnya kadang bannya di copot ataupun digembosi," urai Juda.

Baca Juga: Tim Gabungan Polda Jatim Periksa Senpi Dinas di Polres Tulungagung

Sementara, sejak beroperasi lima tahun silam sudah ada lima belas perusahaan jasa angkutan barang telah diperas oleh kelompok ini. Namun dari enam orang yang diamankan masih ada beberapa lagi yang masih diincar oleh polisi.

"Mulai dari perusahaan yang berkedudukan di Surabaya, ada pula bahkan perusahaan di Yogyakarta. Saat penangkapan kemarin masih ada 2 orang yang kami targetkan dan kemungkinan besar mereka berkolaborasi dengan para bajimg loncat," tegasnya.

Reporter: Fahrizal Tito
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.